Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Industri Makanan Minuman Didorong Beralih ke Kemasan Aseptik Ramah Lingkungan

Industri Makanan Minuman Didorong Beralih ke Kemasan Aseptik Ramah Lingkungan

Jum`at, 24 April 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyebut, inovasi kemasan menjadi faktor penting dalam rantai pasok industri. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah mulai mendorong perubahan pola kemasan di industri makanan dan minuman sebagai bagian dari strategi efisiensi dan daya saing. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai penggunaan kemasan aseptik berbasis kertas (paperboard) bisa menjadi solusi untuk menekan biaya distribusi sekaligus menjaga kualitas produk.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan Kemenperin mulai mendorong penggunaan kemasan non-plastik, terutama berbasis kertas atau paperboard. Kemasan jenis ini dinilai sudah cukup kompetitif dan porsinya juga cukup besar, yakni sekitar 28% dari total kemasan industri makanan dan minuman.

“Kemasan kertas saat ini sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami berkomitmen untuk terus memacu pengembangan alternatif bahan baku kemasan melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” ungkap Menperin di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyebut, inovasi kemasan menjadi faktor penting dalam rantai pasok industri. Menurutnya, pelaku industri tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan produk tetap aman hingga sampai ke konsumen tanpa ketergantungan pada bahan pengawet.

“Pemanfaatan kemasan aseptik ini memungkinkan produk memiliki masa simpan lebih panjang tanpa tambahan pengawet, sehingga lebih efisien dalam distribusi,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan bahan berbasis kertas dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kemasan konvensional berbasis plastik atau kaca. Kemenperin melihat tren global mulai mengarah pada kemasan berkelanjutan, sehingga industri dalam negeri perlu beradaptasi agar tidak tertinggal di pasar internasional.

Di sisi lain, adopsi teknologi ini juga diyakini dapat membuka peluang baru bagi industri kemasan nasional. Permintaan terhadap material paperboard diprediksi meningkat seiring perubahan preferensi produsen makanan dan minuman.

“Kami mendorong industri untuk mulai bertransformasi, karena ke depan aspek keberlanjutan dan efisiensi akan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pertumbuhan sektor makanan dan minuman yang selama ini menjadi salah satu penopang utama industri manufaktur nasional. Dengan inovasi kemasan, daya saing produk lokal diharapkan semakin kuat, baik di pasar domestik maupun ekspor. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI