Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Industri Mamin Melejit 6,23%, Serap 6,6 Juta Tenaga Kerja

Industri Mamin Melejit 6,23%, Serap 6,6 Juta Tenaga Kerja

Kamis, 12 Februari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi industri makanan dan minuman. [Foto: Shutterstock]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) tetap solid sepanjang 2025 dan tumbuh melampaui laju ekonomi nasional. Pada 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 5,30%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01%, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,07%.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang triwulan I-III 2025, sektor IPNM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,26 juta orang. Dari sisi perdagangan luar negeri, kontribusi ekspor IPNM mencapai 80,27% terhadap total ekspor nasional pada periode Januari-November 2025.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut berasal dari subsektor industri makanan dan minuman (mamin). Pada triwulan I-III 2025, industri mamin tumbuh 6,23% dengan kontribusi terhadap IPNM sebesar 41,06%.

Selain itu, realisasi investasi di industri mamin mencapai Rp 80,49 triliun pada periode yang sama. Hingga Agustus 2025, subsektor ini tercatat menyerap tenaga kerja sebanyak 6,67 juta orang. 

“Kami terus mendorong inovasi industri serta penguatan sinergi hulu dan hilir untuk memperluas akses pasar ekspor,” kata Faisol dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Sebagai bagian dari penguatan hilirisasi agro, Kemenperin juga mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis bahan alam seperti rempah, kopi, teh, dan kakao. Pemerintah menyiapkan sejumlah instrumen kebijakan, termasuk program restrukturisasi mesin dan peralatan industri untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Kemenperin menilai hilirisasi komoditas agro akan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperluas penetrasi pasar ekspor. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku lokal dan mendukung program substitusi impor guna meningkatkan daya saing industri nasional secara berkelanjutan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI