Beranda / Ekonomi / Pembeli keluhkan Mahal, Harga Daging Meugang di Lhokseumawe Tembus Rp 180/Kg

Pembeli keluhkan Mahal, Harga Daging Meugang di Lhokseumawe Tembus Rp 180/Kg

Selasa, 09 April 2024 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Rizkita Gita

Pedagang daging meugang. Foto: Nora/Dialeksis

DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Menyambut perayaan hari raya Idul Fitri 2024 harga daging sapi meugang di pasar tradisional Kota Lhokseumawe berkisaran Rp 170 ribu - Rp 180 ribu per kilogram. Selasa (9/4/2024).

Jika dibandingkan hari meugang pertama harga daging meningkat, per 8 April 2024 daging sapi sekitar Rp 150 ribu - Rp 170 ribu per kilogram.

“Kalau saya beli daging sore biasanya lebih murah tapi kualitas dagingnya sudah tidak segar. Mau tidak mau untuk lebaran kita tetap beli meski harganya sangat mahal,” kata Putri saat ditanyai Dialekis.com di Lhokseumawe.

Putri mengeluhkan, harga daging hampir menyentuh angka Rp 200 ribu itu mahal. Mengingat perekonomian masyarakat kian menurun karena harga sembako dan kebutuhan rumah tangga serba mahal.

“Pendapatan tetap sama, sedangkan harga barang semua mahal. Apalagi keutuhan lebaran pengeluaran kebutuhan menjadi dua 2x lipat,” terangnya.

Putri berharap kepada pemerintah agar bisa menyesuaikan harga kebutuhan sehari- hari masyarakat agar dapat disesuaikan dengan pendapatan atau gaji masyarakat.

“Suami saya kuli bangunan, dari tahun ketahun upahnya sama. Seperti harga BBM lebih murah mungkin bisa menurunkan harga kebutuhan rumah tangga, maka ekonomi masyarakat tidak terlalu merosot. Tahun 2023 “ 2024 semua harga naik,” ujarnya.

Sementara salah satu Pedagang Daging Meugang, Nasir, menyebutkan harga daging saat ini sudah sesuai dengan harga beli per ekor sapi. Selain itu harga daging sapi meningkat karena permintaan masyarakat yang meningkat saat hari “ hari besar seperti lebaran.

“Kita beli sapi dari peternaknya juga mahal. Kemarin harga Rp 170 per kilogram paling mahal, itu tergantung kualitas daging. Kalau sapi lokal hanya Rp 160 ribu per kilogram. hari ini Rp 180 per kilogram,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda