Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pemko Banda Aceh Segera Rilis Aplikasi Usaha Teman, Bantu UMKM Cari Pasar dan Modal

Pemko Banda Aceh Segera Rilis Aplikasi Usaha Teman, Bantu UMKM Cari Pasar dan Modal

Senin, 16 Maret 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Acehterus berupaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah inovasi kebijakan berbasis digital melalui aplikasi Usaha Teman, yang digagas untuk memperbaiki sistem pendataan sekaligus memperkuat ekosistem kolaborasi antar pelaku usaha.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan selama ini pemberdayaan UMKM sering kali menghadapi kendala mendasar, yakni lemahnya akurasi data mengenai pelaku usaha di tingkat gampong.

Hal tersebut disampaikannya kepada awak media usai penutupan BSI Ramadhan Fest 1447 H yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (15/3/2026).

Menurut Afdhal, selama bertahun-tahun pemerintah sering kesulitan mengetahui secara tepat siapa saja pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan bantuan, jenis usaha apa yang sedang berkembang di suatu gampong, hingga bagaimana memetakan potensi ekonomi masyarakat secara cepat dan akurat.

“Selama ini pemberdayaan UMKM sering tidak efektif karena kita tidak memiliki data yang benar-benar presisi. Pemerintah kota kadang kesulitan mengetahui siapa yang butuh bantuan, usaha apa yang sedang berkembang di sebuah gampong, dan bagaimana memetakan potensi ekonomi masyarakat secara real-time,” ujar Afdhal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh merancang aplikasi Usaha Teman sebagai instrumen digital yang dapat memetakan potensi ekonomi masyarakat secara lebih akurat.

Melalui aplikasi ini, sistem pendataan manual yang selama ini dianggap lambat akan digantikan dengan sistem digital yang memungkinkan pemerintah memetakan kekuatan ekonomi setiap gampong secara lebih rinci.

“Dengan aplikasi ini kita bisa melihat potensi UMKM di setiap gampong. Mulai dari jenis produk unggulan, jumlah pelaku usaha, hingga berapa tenaga kerja yang terserap. Dengan data yang jelas, intervensi pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran,” kata Afdhal.

Ia menegaskan bahwa data yang terintegrasi dalam aplikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam merancang berbagai program bantuan, pelatihan, hingga akses pasar bagi pelaku UMKM di Banda Aceh.

Tidak hanya berfungsi sebagai alat pendataan, aplikasi “Usaha Teman” juga dirancang sebagai ruang kolaborasi digital bagi para pelaku usaha.

Menurut Afdhal, platform tersebut memungkinkan pelaku UMKM untuk saling terhubung, berbagi informasi, hingga memanfaatkan sumber daya secara bersama.

“Melalui aplikasi ini para pelaku usaha bisa saling berkomunikasi, bertukar informasi, bahkan berbagi peluang pasar. Harapannya, kolaborasi yang terbentuk akan memperkuat daya saing UMKM kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi yang sering terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Banyak pelaku usaha membuka lapak atau usaha musiman, namun sering terkendala tenaga kerja atau informasi usaha yang tersedia.

“Kadang menjelang Lebaran banyak orang buka usaha, tapi tenaga kerja tidak ada. Padahal usaha yang dibuka banyak. Nah, di sinilah pentingnya aplikasi seperti ‘Usaha Teman’ agar pelaku usaha bisa saling terhubung,” jelasnya.

Selain memperkuat jaringan pelaku usaha, aplikasi tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang investasi dan pendanaan bagi UMKM.

Afdhal menyebutkan, salah satu fitur yang sedang dipertimbangkan adalah konsep crowdfunding atau penggalangan modal bersama yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor.

“Misalnya ada orang yang ingin berinvestasi, tapi tidak tahu harus menaruh modalnya di mana. Dengan aplikasi ini, peluang-peluang usaha bisa terlihat jelas sehingga investor bisa langsung melihat potensi usaha yang ingin didukung,” katanya.

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya membantu pelaku usaha mendapatkan modal, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih dinamis dan transparan.

Afdhal menegaskan bahwa digitalisasi UMKM menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui inovasi seperti aplikasi “Usaha Teman”, pemerintah berharap dapat membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif, di mana pelaku usaha kecil memiliki akses yang lebih luas terhadap data, jaringan, dan permodalan. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI