Beranda / Ekonomi / Sukseskan PON Aceh-Sumut, BSI Gunakan QRIS 75 Ribu Unit

Sukseskan PON Aceh-Sumut, BSI Gunakan QRIS 75 Ribu Unit

Rabu, 22 Mei 2024 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Talkshow mengenai dampak PON terhadap ekonomi Aceh dan strategi digitalisasi, yang berlangsung di Aula Auditorium BI Aceh pada Selasa (21/5/2024). [Foto: dok. BI Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh telah memperkuat infrastruktur teknologinya dengan investasi besar dalam rangka meningkatkan layanan digital kepada masyarakat menuju PON Aceh Sumut.

Saat ini, BSI Aceh telah berhasil menempatkan sejumlah besar Electronic Data Capture (EDC) Merchant, EDC BSI Agen, BSI Agent, QRIS, dan BSI Mobile di wilayah tersebut.

"BSI Aceh kini telah memiliki 2.000 unit EDC Merchant yang tersebar di berbagai tempat strategis di Aceh. Tak hanya itu, jumlah EDC BSI Agen juga mencapai 4.000 unit, memperluas jangkauan layanan perbankan kepada masyarakat Aceh yang lebih luas," ujar Deputi IBGR BSI Aceh, Saiful Musadir, Selasa (21/5/2024).

Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas layanan perbankan, BSI Aceh juga telah menetapkan 17 ribu BSI Agent di seluruh wilayah Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan yang terjangkau dan dapat diandalkan.

Tak hanya itu, BSI Aceh juga telah menerapkan teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan penyebaran mencapai 75 ribu unit. QRIS memungkinkan transaksi pembayaran yang lebih cepat, efisien, dan aman bagi pengguna.

Sementara itu, aplikasi BSI Mobile juga semakin populer di Aceh dengan jumlah pengguna mencapai 1 juta. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Disebutkan, dengan investasi besar ini, BSI Aceh telah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan digital guna memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat Aceh yang semakin berkembang.

Tidak hanya itu, BSI Aceh juga mencatat jumlah karyawan terbanyak setelah kantor pusat di Surabaya, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Aceh. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda