Senin, 01 Desember 2025
Beranda / Ekonomi / Responsibilitas Kreator Konten di Tengah Arus Viralitas

Responsibilitas Kreator Konten di Tengah Arus Viralitas

Minggu, 30 November 2025 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keynote speech dalam acara Kompasianival 2025 di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025). [Foto: Anhar/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kepopuleran media sosial yang terus menggusur dominasi media tradisional telah melahirkan profesi baru yang menjanjikan bagi para pekerja kreatif, yaitu sebagai kreator konten.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan kreator konten atau influencer saat ini menjadi profesi yang cukup menjanjikan karena banyak dimanfaatkan oleh merek-merek ternama untuk mempromosikan produk-produk mereka.

"Kue iklan untuk kreator konten cukup besar, bersaing dengan media digital dan televisi," ujar Wamen Nezar dalam acara Kompasianival 2025 di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).

Kreator konten juga berevolusi menjadi homeless media, yaitu sebuah media yang hanya aktif di media sosial dalam menyebarkan konten-kontennya.

"Homeless media followers-nya bisa sampai puluhan juta, mengalahkan yang sudah lama eksis, dan sekarang iklan-iklan larinya ke sana semua," tuturnya.

Wamen Nezar menekankan para kreator konten perlu menyajikan konten yang berkualitas dan bertanggung jawab karena konten mereka banyak diminati oleh masyarakat.

"Anda semua punya tanggung jawab yang cukup besar sebagai kreator konten. Jangan dianggap remeh konten-konten yang kita publish," tuturnya.

Menurut Wamen Nezar, kreator konten memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik dan memengaruhi dinamika sosial.

Wamen Nezar mencontohkan beberapa kasus yang menjadi viral di publik berawal dari unggahan akun media sosial.

"Kasus tumbler yang tertinggal bahkan sampai masuk berita televisi, itu bermula dari konten media sosial," jelasnya.

Oleh karena itu, kreator konten diharapkan terus menyuarakan kebenaran dan menyebarkan manfaat yang berkontribusi bagi masyarakat di ruang digital.

"Views bisa hilang, namun value akan selalu diingat. Terus suarakan yang benar, ciptakan yang bermanfaat, dan jadikan digital sebagai jalan kontribusi," pungkasnya. [*]


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI