DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh berharap pemerintah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor riil sekaligus memperkuat dunia usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Teuku Jailani, mengatakan pertumbuhan ekonomi Aceh perlu lebih diarahkan pada sektor-sektor produktif yang berada di daerah, khususnya kawasan yang menjadi sentra produksi bahan pangan utama.
Menurutnya, penguatan sektor riil di daerah penting untuk menciptakan ekosistem usaha dan investasi yang memiliki struktur biaya rendah atau low cost economy.
“Mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor riil (produktif) yang fokus di daerah, terutama daerah sentra-sentra produksi bahan pangan utama,” kata Teuku Jailani kepada media dialeksis.com, Senin (17/8/2026).
Ia menilai, struktur biaya produksi yang lebih rendah akan memberikan dampak positif terhadap daya saing pelaku usaha lokal. Dengan biaya produksi yang efisien, produk-produk Aceh diharapkan mampu bersaing lebih kuat di pasar.
“Struktur biaya produksi usaha yang lebih rendah akan memperkuat daya saing sehingga lebih kuat dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Selain mempercepat pertumbuhan sektor produktif, KADIN Aceh juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal agar dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Teuku Jailani mengatakan, keterlibatan dunia usaha perlu diperkuat, baik melalui regulasi maupun dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Menurutnya, kesempatan tersebut penting untuk menciptakan pemerataan bagi pelaku usaha lokal.
“Baik secara aturan maupun pelaksanaan pembangunan yang melibatkan dunia usaha sangat perlu diberikan kesempatan supaya adanya pemerataan dalam mendapatkan pekerjaan, baik pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun program-program pembangunan sektoral lainnya,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, KADIN Aceh mendorong pemerintah memperkuat infrastruktur konektivitas dan distribusi, terutama sarana transportasi serta sistem logistik.
Menurutnya, akses transportasi dan logistik yang baik akan membantu menekan biaya distribusi sekaligus memperlancar pergerakan barang dari sentra produksi menuju pasar.
Selain infrastruktur, pemerintah juga diharapkan meningkatkan realisasi bantuan permodalan dan teknologi serta memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita perlu memperkuat akses infrastruktur konektivitas dan distribusi, meningkatkan realisasi bantuan permodalan dan teknologi serta akses pasar bagi UMKM,” jelasnya.
Lebih lanjut, Teuku Jailani berharap KADIN dapat dilibatkan sebagai mitra strategis pemerintah dalam setiap tingkatan perumusan kebijakan ekonomi.
Ia menilai keterlibatan organisasi dunia usaha dan berbagai asosiasi pelaku usaha serta profesi sektoral akan membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dunia usaha di lapangan.
“Melibatkan KADIN sebagai mitra strategis di setiap tingkatan dan berbagai asosiasi pelaku usaha serta profesi sektoral dalam perumusan seluruh kebijakan terkait ekonomi,” pungkasnya.