Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Feature / Nak Kamu Harus Kuat Kalau Ibu Tiada!

Nak Kamu Harus Kuat Kalau Ibu Tiada!

Rabu, 01 April 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga  memeluk Arsila, 10, yang telah ditinggalkan bundanya, sementara ayahnya terbaring lemah karena sakit diabetes yang sudah lima tahun bersemayam di tubuhnya. [Foto: Dok Dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM| Feature- “Nak kamu harus kuat, harus sabar. Kalau ibu sudah enggak ada jaga ayahmu ya dengan baik,” sepenggal nasihat dari ibu tiga anak kepada anak bungsunya yang masih berumur 10 tahun.

Tidak lama kemudian ibunya kembali ke llahi. Membawa penyakit yang sudah lama menggerogoti tubuhnya. Namun nasihat terakhir sang bunda masih terekam di memori Arsila, yang kini masih duduk di SD Kelas 3.

Arsila harus kuat untuk menjaga ayahnya yang ditinggalkan Bunda. Kini giliran sang ayah yang lemah di pembaringan, dia tidak mampu bergerak. Pasrah pada nasib setelah 5 tahun diabetes militus bersemayam di tubuhnya.

Safaruddin,51, penduduk Umang, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, walau harus berbaring di tempat tidur, dia punya tanggungjawab tiga anaknya yang masih kecil, setelah teman hidupnya telah terlebih dahulu menghadap Ilahi.

Kini dia tidak mampu berusaha, sementara anak anaknya harus melanjutkan perjuangan untuk hidup. Safaruddin telah menderita penyakit penyakit diabetes melitus, post operasi jari kaki dan gangren pada kaki. Penyakit ini telah menyatu dengan tubuhnya lima tahun yang lalu.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si saat mengunjungi lelaki ini di Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Selasa (31/3/2026), tidak mampu membendung air hangat keluar dari indra penglihatanya. Dia menyeka matanya yang mulai memerah dengan telapak tangan.

Bupati bersama rombongan yang mengunjunginya bukan hanya memberikan bantuan sembako, namun memerintahkan Baitul Mal Aceh Tengah untuk memberikan bantuan berupa kursi roda, tongkat, serta dukungan biaya pengobatan.

Bupati memeluk Arsila,10, dengan tangan krinya, dimana dia mendapatkan nasihat dari almarhum ibunya untuk kuat. Sementara telapak kanan Haili Yoga memegang jemari Safaruddin yang terbaring tak berdaya.

“Ada doa dari saya. Yakinlah Allah itu sayang kepada kita. Setiap ujian adalah bagian dari kasih sayang Nya. Kesehatan itu mahal, maka saat kita sehat dan kuat, perbanyak ibadah. Bapak harus tetap kuat. Insya Allah dimudahkan", ujar Bupati sembari memegang kening Safaruddin.

Bupati yang gemar azan ini menyatakan, pemerintah akan terus hadir membantu kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Walaupun saya tidak selalu bisa hadir langsung secara batin, tetapi bantuan harus tetap sampai. Jika ada kebutuhan, sampaikan kepada kami, termasuk kebutuhan sehari-hari", tambahnya.

Safaruddin mengaku terkejut dan bersyukur atas perhatian dan kunjungan Bupati ke kediamanya.

“Saya tidak menyangka Bapak Bupati sampai menelpon langsung dan datang ke rumah. Perhatian ini telah membangkitkan semangat saya, semoga ada penawar obat atas sakit saya,” ucap Safaruddin.

Bagaimana kondisi Safaruddin dan ketabahan anaknya, kembali diungkapkan Haili Yoga, ketika dia menyampaikan tausiah usai shalat subuh Rabu (1/4/2026) di Masjid Agung Ruhama Takengon.

Pengurus Masjid Agung Ruhama Takengon dan jamaah subuh memiliki program ahad berkah, artinya setiap minggu, usai shalat subuh mereka mengunjungi saudaranya yang tertimpa musibah, dan mereka yang membutuhkan bantuan.

Ahad berkah ahad ini dihadiri oleh para kepala dinas, camat dan kabag serta jamaah subuh. Pada Rabu (1/4/2026) pengurus masjid raya menyerahkan bantuan sembako kepada 10 orang di Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, sekaligus melihat sarah seorang anak gadis yang menderita penyakit auto imun. Dimana kulitnya melepuh karena penyakit yang diderita.

Pada kesempatan itu Bupati Haili memerintahkan Gusnarwin, kepala RSU Datu Beru Takengon dan pihak Baitul Mal untuk membantu si sakit, agar penyakitnya dapat disembuhkan. Gusnarwin, menyatakan kesiapanya untuk membantu.

Selama ini, Bupati Aceh Tengah sudah sering mengunjungi rakyatnya yang didera musibah. Memberikan bantuan dan sugesti untuk kesembuhan dan untuk bangkit. Dia mengajak dinas-dinas dan camat untuk saling berbagi, membantu meringankan beban saudaranya yang sedang diuji Tuhan. [bg]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI