Logo Dialeksis - Masker
utu pangdam
Beranda / Feature / Romantisnya Rektor Unimal Cinta Tidak Termakan Usia

Romantisnya Rektor Unimal Cinta Tidak Termakan Usia

Jum`at, 23 Oktober 2020 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: [Ist]

Cinta tidak memandang usia, dia akan merasuk sukma manusia dan bersemayam di dalamnya tanpa ada batas, kecuali takdir Tuhan yang memisahkanya. Mungkin itu yang dikatakan cinta sejati, akan dibawa sampai akhir hayat menutup mata.

Membahas cinta tidak akan ada habisnya. Ada cinta yang berbuah petaka, melahirkan prahara. Namun ada juga cinta yang senantiasa berbunga bunga, tidak lekang termakan masa. Cinta yang tak hilang dimakan usia, mungkin itu yang tepat untuk ditabalkan pada Rektor Universitas Malikul Saleh.

Lihatlah betapa romantisnya mereka, bagaikan Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha, bagaikan Saidina Ali dan Siti Fatimah yang menyatukan dua tubuh dalam balutan satu rasa cinta. 

Ketika Dr. Ir. H. Herman Fithra, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng Rektor Unimal mengunggah foto romantisnya dalam sebuah perjalanan ke pedalaman Aceh, spontan dia menjadi buah bibir. Ada yang iri (bagi mereka yang kurang bahagia dalam memadukan dua jiwa). Namun banyak yang bahagia melihat panutan mahasiswa ini bagaikan “dunia” hanya milik mereka berdua.

Cutian dan komentar ramai di dunia maya. Apalagi melihat foto pasangan yang sudah memasuki usia senja ini benar benar romantis. Kalau Anda pernah menonton film Tetanic, ada nuansa romantis di ujung buritan kapal dua sejoli bagaikan terbang di atas laut, gaya seperti itulah yang dilakukan Herman Fithra bersama pasangan dalam duka dan sukanya.

Herman Fithra mengurai catatan perjalananya dalam melakukan kegiatan ekspedisi pedalaman Aceh. Dia bersama teman canda dan tempat berurai airmatanya menempuh route Lhokseumawe- Bireuen- Krueng Simpo- Cot Panglima- Wehni Kulus- Simpang Balek- Air Terjun Pateri Pintu- Gunung Salak dan kembali ke Lhokseumawe.

Spontan foto yang menyentuh sukma, tarasa damai ketika melihatnya, ramai ditanggapi. Ada yang kagum dalam upaya Rektor ini memupuk cinta, banyak yang memberikan acungan jempol, ada pula yang menjadikanya sebagai panutan, bukan hanya dalam dunia pendidikan, namun dalam rasa memupuk cinta.

 “Sesi foto paling menarik adalah sesi foto bergaya titanic Pak Rektor,” tulis Faisal Matriadi. “Keren uyy, mantap pak Rektor kita Herman Fithra, sukses selalu bapak menuju #UnimalHebat2020,” tulis Romi Firnando. “Kayak di film titianic pak yaa,” tulis Hamdani Hamdan.

Herman Fithra dinilai mampu membuktikan cinta tidak lekang dimakan usia, dan tidak hilang dalam balutan duka. Cinta itu semakin disirami dengan kasih sayang, dia akan mekar selama-lamanya. 

Kunci kekuatan cinta bagaimana menyatukan dua tubuh dalam satu rasa. Ketika mahligai sudah terbina, sudah pasti cobaan datang melanda. Ibarat periuk dan sendok, pasti ada perbedaan, ada yang terantuk. Namun terantuknya periuk dan sendok bila disikapi dengan penuh kasih sayang dan bijaksana, akan semakin memperindah nuansa cinta.

Rektor Unimal ini tidak lagi terbilang muda. Namun dalam soal memupuk cinta, mungkin yang muda yang harus belajar kepadanya. Usia bukan penghalang untuk memupuk cinta, karena cinta itu semakin disirami dengan kasih sayang, dia akan semakin meresap dalam jiwa. Tidak percaya? Tanyakan saja pada Herman Fithra Rektor Unimal. (Bahtiar Gayo)

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda