Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Haba Ramadan / Pantai Ulee Lheue Jadi Favorit Warga Banda Aceh untuk Ngabuburit Ramadan 1447 H

Pantai Ulee Lheue Jadi Favorit Warga Banda Aceh untuk Ngabuburit Ramadan 1447 H

Selasa, 03 Maret 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Warga Banda Aceh memadati kawasan pantai Ulee Lheue untuk ngabuburit berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Pantai Ulee Lheue dipadati masyarakat yang datang untuk ngabuburit. Pantai yang berada di pesisir Samudera Hindia itu kembali menjadi magnet warga selama bulan suci Ramadan.

Sejak pukul 17.00 WIB, pengunjung mulai berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, teman, hingga pasangan muda. Mereka duduk beralaskan tikar, menikmati semilir angin laut sembari menunggu azan Magrib berkumandang.

Akram, salah satu pengunjung yang mengaku hampir setiap tahun menghabiskan waktu berbuka di lokasi tersebut, mengatakan suasana Pantai Ulee Lheue selalu punya daya tarik tersendiri.

“Kalau Ramadan, hampir tiap sore saya ke sini. Suasananya beda, lebih hidup. Banyak orang kumpul, ada yang sama keluarga, ada juga yang bareng teman-teman,” ujar Akram kepada media dialeksis.com, Selasa (3/3/2026).

Menurut Akram, ngabuburit di pantai bukan hanya soal menunggu waktu berbuka, tetapi juga momen untuk mempererat kebersamaan.

Ia biasanya datang bersama teman-teman seusianya, membawa makanan ringan atau sekadar membeli takjil dari pedagang yang berjejer di sekitar kawasan pantai.

“Biasanya kami duduk santai sambil cerita-cerita. Kadang beli es atau gorengan dulu. Nanti pas azan, baru buka puasa bareng di sini,” katanya.

Pemandangan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat menjadi latar yang menenangkan. Anak-anak tampak berlarian di pasir, sementara orang tua duduk mengawasi. Beberapa pengunjung juga terlihat mengabadikan momen dengan ponsel mereka.

Pantai Ulee Lheue memang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Banda Aceh. Letaknya yang tak jauh dari pusat kota membuat lokasi ini mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akram menilai, meski ramai, suasana tetap relatif tertib dan nyaman. Ia berharap pengunjung tetap menjaga kebersihan agar pantai tetap asri.

“Harapan saya sih tetap dijaga kebersihannya. Jangan sampai habis buka puasa sampahnya ditinggal. Kalau kita jaga sama-sama, pasti nyaman terus,” ujarnya.

Di sepanjang jalan menuju pantai, pedagang musiman memanfaatkan momentum Ramadan dengan menjual aneka takjil, minuman segar, hingga makanan berat untuk dibawa pulang. Aktivitas ini turut menggerakkan ekonomi kecil masyarakat sekitar.

Bagi warga Banda Aceh, ngabuburit di Pantai Ulee Lheue bukanlah tradisi baru. Setiap Ramadan, kawasan ini selalu menjadi titik kumpul favorit untuk menunggu waktu berbuka. Perpaduan antara panorama laut, angin sepoi-sepoi, dan suasana kebersamaan menjadikan momen tersebut terasa lebih bermakna.

“Rasanya beda saja kalau buka puasa sambil lihat laut. Lebih tenang dan terasa kebersamaannya,” tutup Akram. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI