Kamis, 21 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Kemenperin Perkuat Keamanan Pangan, Pengelola SPPG Dilatih Sistem HACCP

Kemenperin Perkuat Keamanan Pangan, Pengelola SPPG Dilatih Sistem HACCP

Kamis, 21 Mei 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Pontianak menggelar Bimbingan Teknis Pengenalan dan Pemahaman Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Pontianak - Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Pontianak menggelar Bimbingan Teknis Pengenalan dan Pemahaman Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kegiatan yang berlangsung pada 6-7 Mei 2026 itu bertujuan memperkuat sistem keamanan pangan agar penyediaan makanan bagi masyarakat tetap aman, higienis, dan berkualitas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemenuhan gizi.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” kata Agus, Kamis (21/5/2026).

Bimtek tersebut diikuti peserta dari SPPG Kabupaten Landak dan Kota Pontianak. Dalam pelatihan itu, peserta mendapat pemahaman mengenai penerapan sistem keamanan pangan berbasis HACCP, mulai dari identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengatakan penerapan sistem keamanan pangan menjadi aspek penting dalam memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen. 

“Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman pengelola SPPG terkait pentingnya penerapan sistem keamanan pangan secara menyeluruh. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar kualitas layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat tetap terjaga. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI