Logo Dialeksis
Beranda / IKM / Manisnya Untung dari Budidaya Madu Linot

Manisnya Untung dari Budidaya Madu Linot

Kamis, 31 Januari 2019 21:43 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Barangkali madu dari lebah kelulut atau dalam bahasa Aceh dikenal Linot kalah terkenal dibandingkan madu lebah pada umumnya.  Kelulut jenis lebah tidak bersengat, namun dia juga menghasilkan madu layaknya lebah bersengat. Namun, di Aceh sedikit orang yang membudidayakan madu linot. Abdurrahman (34) adalah salah seorang.

Abdurrahman warga Aceh Timur memulai budidaya madu linot pada pertengahan 2017. Budidaya madu linot tidak membutuhkan modal besar, cukup membuat sarang, dan linot akan menumpahkan madunya di sarang itu.


Di Aceh Timur terdapat beberapa kawasan yang menjadi budidaya madu linot, seperti Julok, Peureulak Kota, dan Lhok Nibong. Abdurrahman mengatakan, meski pengetahuan tentang sistem budidaya madu linot masih kurang, dia terus bergerak. "Ilmu masih kurang dan dukungan dari para pihak juga belum maksimal," kata Abdurrahman kepada Dialeksis, Kamis (31/1/2019).

Namun, manisnya untung dari budidaya madu linot mulai dia cicipi. Paling tidak, dalam sebulan dia mendapatkan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dari berjualan madu itu. Madu Abdurrahman telah menembus pasa nasional seperti Jakarta, Bogor, Semarang, dan Batam. Artinya, madu linot memiliki pasar yang potensial.

Sebab itu pula, Abdurrahman sangat membutuhkan suntikan modal untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas. Bahkan, dia memiliki keinginan membuat taman edukasi sebagai objek wisata madu, bunga, dan buah.

"Saya butuh bantuan dan dukungan pemerintah untuk melengkapi sarana dan modal," kata Abdurrahman.

Madu kelulut atau trigona adalah madu yang dihasilkan oleh lebah tak bersengat. Madu ini memilik khasiat besar untuk kesehatan. Perbandingan khasiat satu sendok madu kelulut ini setara dengan 10 sendok maduk biasa. Madu kelulut dapat membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh dan meningkat imunitas terhadap penyakit.


Editor :
Administrator

riset-JSI
Komentar Anda