Logo Dialeksis
Beranda / Invest In Aceh / Kebijakan Investasi di Aceh Dorong Go Digital dan Mitrakan 15 UMKM

Kebijakan Investasi di Aceh Dorong Go Digital dan Mitrakan 15 UMKM

Sabtu, 21 September 2019 07:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Berbagai kebijakan terhadap pengembangan perekonomian rakyat melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus digencarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh.

Kebijakan ini dapat dilihat dari peran instansi tersebut dalam memfasiltasi dan menghubungkan pertemuan antara UMKM dengan penanam modal di berbagai kegiatan investasi di Aceh.

"Kita juga terus berupaya mewadahi dan mengedukasi para pelaku UMKM dalam berinvestasi. Tujuannya agar kegiatan investasi tidak hanya menguntungkan si pemilik modal saja, tetapi saling menguntungkan kedua belah pihak," kata Martunis, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Aceh saat diwawancara Dialeksis.com, Jum'at (20/9/2019).

Ia menambahkan, saat ini DPMPTSP Aceh sedang giat-giatnya mendorong UMKM menuju Go Digital. Hal ini menurutnya selain bisa meminimalkan tenaga, dunia digital juga mampu memotong mata rantai dalam dunia bisnis dan investasi.

"Beberapa UMKM sudah coba kita sandingkan dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. Intinya kita berusaha untuk terus memitrakan UMKM di Aceh dengan penanam modal. Salah satunya melalui dunia digital," ungkap Martunis.

Baca juga: Ratusan Calon Investor Mulai Melirik Investasi di Aceh

Martunis melanjutkan, dampak dari berbagai kebijakan yang dilakukan instansi ini dalam menghubungkan UMKM dan investor, DPMPTSP Aceh hingga saat ini sudah memitrakan 15 UMKM dengan penanam modal.

"Investasi listrik dan energi paling banyak mendapat penanaman modal, tetapi UMKM kita belum terlalu banyak yang mampu bermain di sektor itu," kata Martunis.

"Makanya sektor prioritas berbasis agroindustri (hasil pertanian) dan hasil kelautan untuk terus kita dorong agar bisa melibatkan banyak UMKM di Aceh," sambungnya.

Kemudian, lanjut Martunis, pihaknya memanfaatkan kawasan-kawasan industri yang sudah ada serta memfasilitasi kemitraan antara pemilik (UMKM) dengan penanam modal untuk menjalin kemitraan dan kegiatan investasi.

"Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Lampulo misalnya. Kita memfasilitasi investor pengalengan ikan dan pemasaran antara UMKM dengan penanam modal agar masyarakat tidak hanya memperoleh bahan baku, tetapi ada produk turunan (pengelolaan) sehingga memberi nilai tambah produksi," jelas Martunis.

Ia menambahkan, untuk kerja-kerja mendorong kebangkitan UMKM dan perekonomian di Aceh, pihaknya tidak bisa berdiri sendiri. Perlu stakeholder lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai pihak yang berhubungan dengan kepentingan tersebut.

"Tupoksi kita hanya menyambung mitra, selebihnya kolaborasi dengan stakeholder lain yang memiliki keterkaitan," ungkapnya.

Martunis berharap UMKM di Aceh bisa naik kelas. Dalam hal ini UMKM mampu melejitkan omset serta memperkerjakan banyak orang sebagai bagian menghidupkan perekonomian di daerah.

"Arah ekonomi di Aceh semakin membaik ke depan. Untuk itu, berbagai kebijakan dibuat sebisa mungkin mendorong UMKM naik kelas. Itulah visi kita ke depan," tutup Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Aceh itu. (Adv)

#investinaceh #acehisopenbusiness #dpmptspaceh #acehkaya #acehtroe #acehmuegoe 


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda