Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Bukan Cuma Produksi Energi, SKK Migas Juga Serap Emisi Lewat Jutaan Pohon

Bukan Cuma Produksi Energi, SKK Migas Juga Serap Emisi Lewat Jutaan Pohon

Minggu, 08 Februari 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Sepanjang 2025, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menanam sekitar 1,74 juta pohon di berbagai wilayah operasi di Indonesia, dengan potensi penyerapan emisi karbon mencapai 481,8 ribu ton Karbon Dioksida per tahun. [Foto: dok. SKK Migas]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) mencatat capaian signifikan dalam mendukung pengurangan emisi karbon nasional. 

Sepanjang 2025, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menanam sekitar 1,74 juta pohon di berbagai wilayah operasi di Indonesia, dengan potensi penyerapan emisi karbon mencapai 481,8 ribu ton Karbon Dioksida per tahun.

Realisasi penanaman pohon tersebut terbagi dalam dua skema utama, yakni rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) sebanyak 1,15 juta pohon serta program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) sebanyak 590 ribu pohon. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi sektor hulu migas dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Secara kumulatif, dalam periode 2022 hingga 2025, SKK Migas dan KKKS telah menanam total 8,45 juta pohon. Adapun rinciannya, penanaman pohon pada 2024 mencapai 2,45 juta pohon, 2023 sebanyak 2,2 juta pohon, dan 2022 sebesar 2,06 juta pohon. Konsistensi ini menegaskan peran aktif industri hulu migas dalam agenda keberlanjutan lingkungan nasional.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab industri. 

“SKK Migas dan KKKS berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan secara terukur dan berkelanjutan. Penanaman 8,45 juta pohon dalam empat tahun terakhir merupakan bukti nyata kontribusi industri hulu migas dalam menurunkan emisi karbon,” ujarnya.

Selain memenuhi kewajiban penanaman pohon di DAS yang ditetapkan pemerintah, SKK Migas dan KKKS juga melampaui kewajiban tersebut melalui program PPM. Program ini melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasi dengan menanam pohon produktif seperti durian, alpukat, hingga tanaman kayu bernilai ekonomi. 

“Pelibatan masyarakat tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi jangka panjang,” tambah Eka Bhayu. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI