Beranda / Berita / Nasional / Hasil Ijtima’ Ulama Nusantara, Rekomendasi Dukung Cak Imin Capres Atau Cawapres 2024

Hasil Ijtima’ Ulama Nusantara, Rekomendasi Dukung Cak Imin Capres Atau Cawapres 2024

Sabtu, 14 Januari 2023 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin. [Foto: Tangkapan layar/Youtube DPP PKB]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Ijtima' Ulama Nusantara resmi ditutup dan menghasilkan sejumlah rekomendasi. Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, mengatakan salah satu rekomendasinya ialah mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk maju sebagai calon presiden (capres) 2024. 

"Ada masukan-masukan penting dari para peserta, dari Pak Kiai dan Bu Nyai, ini tentang kriteria kepemimpinan di 2024, yaitu soal kecerdasan, soal amanah, soal kemampuan komunikasi, terutama salah satu yang kita kritisi adalah soal komunikasi kepada publik yang lebih transparan," ujar Maman dalam konferensi pers di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2023).

"Tapi kami tidak menentukan siapa, tapi lebih jelas Ijtima Ulama ini mengamanatkan kepada Gus Muhaimin untuk menentukan siapa dan kami tetap mendukung Gus Muhaimin tetap capres atau cawapres di kepemimpinan nasional di 2024," sambungnya.

Maman menjelaskan Ijtima' Ulama Nusantara juga disepakati akan menjadi forum yang mewadahi seluruh Kiai terkait perpolitikan di Indonesia. Para peserta Ijtima' Ulama Nusantara itu akan menjadi juru kampanye nasional.

"Yang kedua, kita akan melakukan pemasukan-pemasukan publik melalui para Kiayi, para ibu Nyai ini sehingga keputusan yang paling penting adalah di sini semua peserta dari Ijtima Ulama Nusantara ini menjadi juru kampanye nasional," katanya.

Maman mengatakan rekomendasi berikutnya ialah memberikan amanah penuh kepada Ketum PKB, Cak Imin, untuk menentukan arah PKB dalam pemenangan di Pemilu 2024. Rekomendasi lainnya ialah para ulama akan mengawal program-program PKB dan memberikan masukan-masukan serta memperjuangkan perlindungan anak dan perempuan.

"Ini rekomendasi dari kiai-kiai, sehingga di periode ini setelah kita berhasil kemarin pada periode sebelumnya ada Undang-Undang Pesantren, maka undang-undang tentang kesejahteraan ibu dan anak menjadi prioritas yang akan kita selesai di periode ini," ujarnya.

Ijtima' Ulama Nusantara sebelumnya dibuka pada Jumat (13/1/2023). Pembukaan dihadiri oleh Wapres RI Ma'ruf Amin dan Menaker RI Ida Fauziah.(Detikcom)

Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda