Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Nasional / IHSG Anjlok 23,6%, OJK: Terdalam Sepanjang Sejarah

IHSG Anjlok 23,6%, OJK: Terdalam Sepanjang Sejarah

Selasa, 07 April 2020 16:04 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto:Adam Dwi/MI

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, pandemi covid-19 berdampak cukup signifikan pada pasar saham Indonesia. 

Menurutnya penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih dari 20% merupakan terdalam sepanjang sejarah.

"Secara year to date ini sudah turun 23,6%. Paling dalam di sejarah Indonesia," tutur Wimboh dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (7/4).

OJK, lanjut Wimboh telah merespon kondisi itu dengan membuat regulasi diantaranya ialah diizinkannya emiten untuk membeli kembali saham (buy back) tanpa harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Langkah itu disebut Wimboh sama sekali tidak diperkenankan dalam kondisi normal.

Kebijakan itu juga disebut Wimboh untuk menghindari adanya spekulan. 

"Kita memberikan secara gradual agar penurunan tidak terlalu dalam. Emiten dapat melakukan buy back agar saham tidak bisa diperdagangkan apalagi untuk berspekulasi," imbuh Wimboh.

"Saat ini saja sudah ada 33 emiten yang mengajukan buy back," tambahnya.

Otoritas, terang Wimboh, juga telah melarang emiten untuk melakukan short selling. Dalam praktik short shellling, emiten tidak diperkenankan penjualan saham dilakukan di pagi hari dan dibeli pada sore hari ketika harga saham terlihat menurun.

Selain itu OJK juga menerapkan auto rejection, yakni memperkenankan penghentian perdagangan saham selama 30 menit bila terjadi penurunan di atas 5%. Itu dilakukan untuk mencegah terjadi penurunan yang jauh lebih dalam.

Lebih lanjut, Wimboh menjelaskan, OJK sebetulnya masih memiliki berbagai instrumen lain untuk menyokong pasar saham Indonesia. Akan tetapi menurutnya, itu merupakan senjata terakhir dan lebih baik tidak digunakan oleh otrloritas.

"Kita masih ada instrumen lain, tapi kita harapkan itu jangan sampai dipakai. Kami juga sudah melihat dalam beberapa hari ini frekuensi saham sudah mulai hijau dan ini merupakan tanda-tanda akan rebound," pungkas Wimboh. (Im/Mediaindonesia)

Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda