Beranda / Berita / Nasional / Indonesia Produksi Antibodi dari Plasma Pasien Covid-19

Indonesia Produksi Antibodi dari Plasma Pasien Covid-19

Senin, 20 April 2020 11:04 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) sedang mengembangkan produksi obat antibodi dari plasma darah untuk pasien penderita infeksi covid-19. Diperkirakan, antibodi tersebut bisa diproduksi Lembaga Biologi Molekuler dalam dua bulan mendatang.

“PMI mendukung Eijkman untuk memproduksi obat antibodi bagi pasien korona,” kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla ketika dihubungi melalui pesan singkat, kemarin.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut menjelaskan, obat antibodi tersebut bakal dikembangkan dari plasma individu yang sudah sembuh dari infeksi virus korona. PMI akan membantu penyiapan proses plasma karena telah memiliki fasilitas pemisahan plasma darah. “Karena PMI punya laboratorium untuk lakukan itu,” ung­kapnya.

Upaya membuat obat antibodi secara mandiri oleh Indonesia ini sekaligus untuk menujukkan kepada negara lain bahwa Indonesia masih sanggup menangani situasi pandemi. Apalagi, PMI mempunyai mesin pengolah­an plasma darah di 15 tempat di daerah. Disebutkan, metode plasma seperti ini sudah mulai diujicobakan di Amerika Serikat untuk pasien covid-19 di New York. Sebelumnya, metode plasma juga di­terapkan di sejumlah kasus pasien covid-19 di China.

Secara terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berterima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra yang membantu mendatangkan bahan tes PCR dari Korea Selatan.

“Kita membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR bagi deteksi covid-19 agar laboratorium bisa segera bekerja memeriksa warga. Kita bersyukur dalam waktu kurang dari 24 jam kita bisa mendapatkan 50.000 tes PCR hari ini,” jelas Doni dalam keterangan resmi, kemarin.

Doni menambahkan, dalam sepekan ke depan diharapkan bisa didapatkan sekitar 495.000 bahan untuk pemeriksaan covid-19. Dengan jumlah itu, Indonesia akan bisa memetakan lebih tepat jumlah warga yang terpapar covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta, pemeriksaan pertama dilakukan kepada para dokter dan perawat yang menangani covid-19 beserta seluruh keluarganya. “Presiden meminta agar para tenaga medis dan keluarga­nya bisa dipastikan  kondisinya. Presiden tidak mau para tenaga medis menjadi korban,” tegas Doni. (Im/Media Indonesia)



Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda