Beranda / Berita / Nasional / Ini Sejumlah Laporan Isu Hoaks dari Kemkominfo RI

Ini Sejumlah Laporan Isu Hoaks dari Kemkominfo RI

Senin, 25 Januari 2021 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Alfi Nora
Ilustrasi. [IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika bersama Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, melalui kementerian komunikasi dan informatika RI menginformasikan laporan isu hoaks.

Adapun isu hoaks tersebut di antaranya:

1. [Hoaks] Pemilik SIM C dan A dapat bantuan Covid-19 Rp 900 dari Januari hingga Mei 2021

Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook yang menyebutkan pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan A akan mendapat bantuan Covid-19 sebesar Rp 900.000 yang akan diberikan mulai Januari hingga Mei 2021 dengan catatan SIM C masih hidup. Pada narasi disertakan tautan yang diklaim sebagai cara untuk mengetahui apakah pemilik SIM C dan A mendapatkan bantuan Covid-19 sebesar Rp 900.000 itu.

Setelah ditelusuri, narasi yang menyebut pemilik SIM C dan A akan mendapat bantuan Covid-19 senilai Rp 900.000 selama Januari hingga Mei 2021 adalah tidak benar alias hoaks. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk tidak mempercayainya.

Selain itu, pada tautan yang disertakan dalam narasi tersebut bukan berisi formulir yang akan diisi untuk mengetahui pemilik SIM C dan A mendapat bantuan Covid-19, melainkan hanya foto potongan iklan rokok bertemakan bertemakan jin dengan disertai tulisan NGIMPI!!!

2. [Hoaks] The Bank for Internasional Settlements melakukan lockdown kepada Bank Indonesia

Beredar postingan di media sosial yang menyebutkan The Bank for International Settlements (BIS) yang berpusat di Basel. Swiss telah melakukan lockdown kepada Bank Indonesia (BI), sehingga uang yang telah dicetak oleh BI sebesar 680 triliun yang siap diedarkan tidak mendapat izin dari BIS. Jika tetap diedarkan maka pihak internasional akan menganggap sebagai uang palsu.

Faktanya, Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Erwin menambahkan kabar ini sangat tidak masuk akal. Utamanya, yang menyebutkan jika BI harus izin dari BIS untuk melakukan pencetakan dan peredaran uang.

3. [Hoaks] Akun Whatsapp mengatasnamakan Camat Kartasura, Suyadi Widodo

Beredar sebuah tangkapan layar di akun Whatsapp yang mengatasnamakan Camat Kartasura, Suyadi Widodo. Dalam tangkapan layar akun Whatsapp tersebut tertulis nama Suyadi Widodo lengkap dengan foto profilnya.

Dilansir dari solo.tribunnews.com Camat Kartasura ini mengatakan bahwa ada nomor yang mengatasnamakan dirinya untuk menjual kendaraan. Nomor paslu itu diketahui Suyadi siang tadi, setelah temannya melakukan klarifikasi langsung kepada dirinya. Untuk mengantisipasi kepada hal yang tidak diinginkan, Suyadi melaporkan nomor tersebut kepada Polsek Kartasura.

4. [Hoaks] Nomor Telepon Satgas Covid-19 DKI

Beredar sebuah pesan yang mencantumkan nomor telepon Satgas Covid-19 DKI dengan nomor 119 atau 081-112-112-119 atau 081-388-376-955. dalam pesan tersebut diberitahukan kepada masyarakat apabila ada informasi mengenai Covid-19 yang kurang jelas dapat menghubungi nomor tersebut.

Faktanya, nomor hotline yang dicantumkan tersebut keliru. Nomor layanan darurat Covid-19 DKI Jakarta adalah 112 atau 081-112-112-112 atau 081-388-376-955.

5. [Hoaks] Pendaftaran pasukan cadangan ide komunisme Bung Karno

Beredar pesan berantai yang membagikan sebuah tautan berjudul "Pendaftaran Pasukan Cadangan Segera Dibuka, akan diberikan uang saku, ini syaratnya" disertai dengan narasi "siapa yang mau bantah kalau ini idenya komunisme yang dulu pernah diusulkan oleh Bung Karno sebagai angkatan ke 5???"

Faktanya, Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono memberikan klarifikasi langsung melalui Kementerian Kominfo, bahwa narasi yang menyebutkan pendaftaran pasukan cadangan sebagai ide komunis dari Bung karno adalah hoaks.

6. [Disinformasi] Jepang batalkan olimpiade 2021 karena Covid-19

Beredar postingan sosial media facebook menggunggah informasi yang menyebut bahwa pemerintah yang menyebut bahwa pemerintah Jepang secara pribadi menyimpulkan bahwa olimpiade Tokyo 2021 akan dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Hasil penelusuran cek fakta Liputan6.com, Wakil Ketua Kabinet jepang, Manabu Sakai membantah klaim yang menyebut olimpiade 2021 dibatalkan. Selain itu, Gubernur Tokyo, Yuriko Koike meradang atas informasi klaim menyesatkan tersebut. Dia ingin membuat gugutan kepada orang yang menyebarluaskan hoaks ini.

Sementara itu, isu hoaks vaksin Covid-19 dalam hitungan harian per 24 Januari 2021 pukul 06.00 WIB sampai 25 Januari 2021 total 1.

1. [Disinformasi] Foto anak korban vaksin covid-19.

Beredar di media sosial Facebook, semuah postingan berupa foto seorang bayi yang diiringi dengan narasi yang mengklaim bahwa bayi tersebut merupakan korban vaksinasi Covid-19.

Setelah dilakukan penelurusan melalui google search image, klaim yang menyebutkan bahwa foto tersebut keliru. faktanya foto tersebut juga pernah diunggah pada 17 September 2016 dan tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19.

Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda