Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Hadapi Dampak Polusi Udara

Kemenkes Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Hadapi Dampak Polusi Udara

Selasa, 19 Mei 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. [Foto: Instagram/dante.harbuwono]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Polusi udara disebut menjadi ancaman kesehatan serius yang berdampak pada seluruh kelompok usia. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan perlunya penguatan sistem peringatan dini berbasis data terpadu agar masyarakat dapat terlindungi dari dampak pencemaran udara.

Menurut Dante, polusi udara tidak hanya memengaruhi kualitas lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Ia menggambarkan kondisi polusi di wilayah Jabodetabek melalui fenomena yang sering dialami warga sehari-hari.

“Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu. Kabut itulah polusi udara yang ada di sekitar kita setiap hari,” ujar Dante.

Ia menjelaskan, kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak akibat buruknya kualitas udara. Anak-anak, kata dia, berisiko mengalami pneumonia hingga gangguan tumbuh kembang. Sementara lansia menghadapi penurunan fungsi organ, sedangkan penderita penyakit kronis rentan mengalami komplikasi.

“Para pekerja di luar ruangan juga terancam penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK,” katanya.

Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dante menyebut 9 dari 10 orang di dunia hidup di wilayah dengan kualitas udara tercemar. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi kesehatan mulai dari aspek promotif, preventif, hingga kesiapan layanan kesehatan untuk menghadapi dampak polusi udara.

Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data terpadu yang mampu menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan masyarakat secara langsung. 

“Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat,” ujarnya.

Dante berharap pengembangan sistem peringatan dini polusi udara dapat dilakukan secara lebih responsif dan berorientasi jangka panjang. Menurutnya, langkah tersebut penting agar risiko kesehatan akibat polusi udara bisa direspons lebih cepat, terutama untuk melindungi kelompok rentan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI