Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Modernisasi Armada Nelayan, Pemerintah Bangun 1.582 Kapal hingga 2028

Modernisasi Armada Nelayan, Pemerintah Bangun 1.582 Kapal hingga 2028

Rabu, 13 Mei 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Modernisasi Armada Nelayan, Pemerintah Bangun 1.582 Kapal hingga 2028. [Foto: dok. KKP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembangunan 1.582 unit kapal ikan modern untuk nelayan di seluruh Indonesia saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada pekan lalu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Di hadapan nelayan dan warga pesisir, Prabowo menegaskan pembangunan kapal akan mulai direalisasikan tahun ini. Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada nelayan sekaligus langkah memperkuat kedaulatan maritim nasional.

“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” kata Prabowo.

Program bantuan kapal itu akan dijalankan melalui koperasi nelayan. Pemerintah mendorong pembentukan koperasi di berbagai daerah agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan. 

Kapal yang dibangun terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah penangkapan ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembangunan 1.582 kapal dilakukan secara bertahap pada 2026-2028. 

Menurut dia, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan KNMP. Pemerintah juga memastikan seluruh kapal diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional dan membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lotharia Latif, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal modern sepanjang 2026. 

“Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional serta memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi. Kita harus siapkan semua mulai dari desain, bahan baku, hingga kesiapan galangan kapal,” ujar Latif.

Selain pembangunan kapal, pemerintah juga mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Hingga kini, sebanyak 65 lokasi KNMP telah rampung dibangun dari target sekitar 100 kawasan pada 2025. 

Pemerintah menilai modernisasi armada dan pengembangan kawasan nelayan terpadu menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan, memperluas jangkauan penangkapan ikan, serta memperkuat ekonomi biru nasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI