Beranda / Berita / Nasional / Prof Yusril: Pemimpin Baik dan Sistem Negara yang Kuat Menjadikan Negara Ideal

Prof Yusril: Pemimpin Baik dan Sistem Negara yang Kuat Menjadikan Negara Ideal

Rabu, 12 April 2023 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizky



DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Bangka Belitung (UBB) gelar Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-17 yang mengusung tema "17 tahun UBB Terus Bertumbuh Membangun Peradaban" yang dihadiri para rektor, dosen dan civitas akademika.

UBB berdiri bersamaan dengan 35 perguruan tinggi baru lainnya yang ada di Indonesia dan hingga saat ini jumlah mahasiswa yang ada di UBB tercatat 6.616 dari sebelumnya yakni 1.000 lebih mahasiswa.

Di usia 17 tahun ini UBB sudah memiliki Program Magister dan Program Studi Kedokteran, juga sudah melakukan banyak penelitian serta meraih beberapa penghargaan.

 Dalam hal ini, ada Anggota Dewan Pertimbangan UBB periode 2020-2024, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra yang hadir dalam kegiatan tersebut. Orasi Ilmiah ini merupakan salah satu tradisi akademik di setiap universitas bersamaan dengan penyampaian pidato dalam rapat tersebut.

Ia mengatakan, jelang reformasi tahun 1998 perlu dilakukan amandemen terhadap UUD 1945. Dengan alasan bahwa reformasi tidak cukup dilakukan pergantian terhadap rezim yang memerintah tanpa melakukan perubahan terhadap sistem bernegara kita.

Sebab jika rezim berganti tapi sistem tidak, maka rezim baru yang mengantikan rezim lama tetap mengulang kesalahan-kesalahan rezim yang menggantikannya. Manusia dan sistem adalah dua hal yang berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Mungkin ada orang yang berpikir bahwa sistem tidak penting, yang penting dipimpin oleh pemimpin yang memiliki sifat seperti nabi. Jika negara dipimpin oleh orang seperti itu, maka tentu negara akan berjalan sesuai harapan. 

"Namun nyatanya, kekuasaan itu menggoda apalagi dipegang oleh satu orang, itu akan bisa diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya masing-masing," ucapnya.

Oleh sebab itu, negara memerlukan norma-norma seperti sopan santun dan hukum untuk mendukung sebuah sistem negara Indonesia. Negara akan menjadi ideal jika dijalankan oleh orang yang berakhlak baik dan sistem yang kuat sesuai UUD yang ada.

Dengan sistem yang kuat, orang-orang akan dipaksa menjadi baik, begitu juga sebaliknya. Ia juga berpendapat bahwa orang dan sistem sama perlunya, tugas kita adalah menanam kebaikan termasuk melalui kurikulum pendidikan. 

"Menjadikan orang yang baik, bertaqwa, amanah, dan berakhlak mulia serta mampu menghargai hak-hak orang lain di sekitarnya, tetapi itu saja tidak cukup, artinya masih butuh sistem yang kuat serta dilandasi semangat keadilan," ujarnya.

Berdasarkan pokok-pokok pikiran di atas, ia mengusulkan agar reformasi lebih dulu melakukan amandemen terbatas terhadap UUD 1945. 

"Saya berharap di usia 17 tahun ini yang terpenting fasilitas kampus harus lebih lengkap agar kampus dapat melahirkan SDM yang terus berkembang dan mumpuni," tutupnya. [AU]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda