Beranda / Berita / Nasional / Syeikh Ismail Yahya Bantah Tuduhan MUI Soal MPTTI Sesat

Syeikh Ismail Yahya Bantah Tuduhan MUI Soal MPTTI Sesat

Sabtu, 02 September 2023 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Jama'ah MPTTI Syeikh Ismail Yahya. [Foto: Dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Jama'ah MPTTI Syeikh Ismail Yahya meluruskan terkait pernyataan Wakil Ketua umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyebutkan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) sesat.

Diketahui sebelumnya, MPTTI diduga menyebarkan ajaran kontroversial yang menyatakan 'Muhammad adalah Allah'. Hingga MUI meminta kepolisian untuk segera menangkap para pengurus dan anggota MPTTI.

Syeikh Ismail mengatakan pernyataan itu tidak benar, kalimat itu memang ada di dalam kitab Insan Kamil karangan seorang ulama besar kelahiran Baghdag pada 1355 Masehi, Abdul Karim Al- Jilli, yakni cucu perempuan dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

"Dalam kitab itu termaktub, sebelum manusia itu ada maka yang pertama sekali ada yakni Wujud Allah, bukan pula diartikan Nabi Muhammad itu adalah tuhan, tidak," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Dialeksis.com, Sabtu (2/9/2023).

Kitab itu juga menyebutkan, sambungnya, Muhammad itu apa? itu ada lagi penjabarannya, jangan dipotong kalimatnya, kalau dipotong maka faham logikanya seperti itu, artinya hilang wujud Muhammad yang dimaksud itu pada hakikatnya.

"Wujud Muhammad bukanlah wujud yang sebenarnya, bukan artinya Muhammad itu adalah tuhan. Nabi Muhammad itu Nabi, Allah ya Allah," ucapnya.

Syeikh Ismail menjelaskan, di kitab yang ditulis oleh Syekh Abdurrauf As Singkily bahasanya, semua alam ini pada hakikatnya wujud Allah atau sebagai wujud Istifadah, sedangkan wujud Allah itu wujud yang berdiri sendiri. Artinya wujud menusia ini wujud pemberian bukan wujud yang sebenarnya.

Kitab itu juga menyebutkan, Muhammad itu apa? itu ada lagi penjabarannya, jangan dipotong kalimatnya, kalau dipotong maka faham logikanya seperti itu, artinya hilang wujud Muhammad yang dimaksud itu pada hakikatnya.

"Anwar Abbas membuat pernyataan itu secara pribadi, namun bagi kita jamaah yang di Aceh Aceh Besar dan Kota Banda Aceh haruslah tetap berakhlak yang baik, tidak pernah Abuya Syekh H.Amran Wali Al Khalidy mengajarkan kepada kita Nabi Muhammad itu sebagai tuhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Muhammad itu manusia yang tercatat pada kitab lainnya, hamba tetap hamba, tidak pula langsung menjadikan Muhammad itu tuhan.

Bukan pula MPTTI sudah menyembah kepada Muhammad, pada hakikatnya Nabi Muhammad adalah hamba yang patuh dan taat kepada Allah.

"Maka, kami menanggapi pernyataan itu tetap pada satu komando yaitu Abuya, tidak perlu ditanggapi, yang penting kita berakhlak yang baik saja. Tetap berjuang, berakhlak mulia, berkasih sayang, mengajak umat yang selama ini tidak taat menjadi taat, kalau kita di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh bangun terus, ngaji terus, berzikir dan perbanyak doa,” tuturnya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk berdiskusi tentang ini baik dengan MPU Aceh, Tokoh Agama, Cendikiawan Aceh, Pemuda Islam Aceh juga Pemerintah Aceh.

Sementara itu, Ketua MPTT-I Asia Tenggara, Sahal Tastary Waly mengatakan, keputusan Kemenag yang merekomendasikan ajaran yang dibawa oleh MPTT-I Abuya Syech Amran Waly Al-Khalidi, adalah bukti bahwa ajaran ini bukan ajaran sesat, seperti yang dituduhkan sejumlah orang.

Abi Sahal sapaannya mengatakan, bahwa hal tersebut sangat bagus karena sesuai dengan visi misi program Kemenag. Sehingga diharapkan ke depan, di Aceh, tidak ada lagi orang yang saling menyudutkan satu sama lain hanya karena perbedaan pandangan dalam ajaran Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, menyatakan bahwa pengajaran yang dilakukan oleh Abuya Syech Amran Waly Al-Khalidi, dengan metode tarekat/tasawuf, menjadikan ummat Islam saat ini lebih moderat, berkasih sayang.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda