DIALEKSIS.COM | Jakarta - Delapan Universitas Islam Negeri (UIN) berhasil menembus 100 besar pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia versi uniRank 2026. Capaian ini menegaskan peningkatan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di tingkat nasional, di tengah persaingan 611 kampus yang masuk dalam penilaian.
Dalam daftar tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi tertinggi di peringkat ke-36 nasional. Disusul UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (48), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (50), UIN Sunan Ampel Surabaya (54), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (58). Sementara itu, UIN Raden Intan Lampung berada di peringkat 76, UIN Alauddin Makassar di posisi 78, serta UIN Ar-Raniry menutup daftar di peringkat 91.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menyebut hasil tersebut mencerminkan meningkatnya visibilitas dan reputasi PTKIN, khususnya di ranah digital.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN, terutama UIN, semakin kompetitif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan masyarakat modern,” ujar Sahiron dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, metode pemeringkatan uniRank memiliki pendekatan berbeda dibandingkan lembaga lain karena tidak berbasis laporan akademik dari kampus. Penilaian lebih menitikberatkan pada indikator berbasis web yang dinilai objektif dan independen.
“uniRank mengukur popularitas dan visibilitas perguruan tinggi dari data digital yang relatif tidak dapat dimanipulasi, sehingga menjadi cerminan penting kehadiran institusi di ruang publik,” katanya.
Lebih lanjut, Sahiron menilai capaian tersebut harus menjadi momentum bagi PTKIN untuk terus memperkuat tata kelola informasi dan publikasi digital. Menurutnya, penguatan aspek tersebut penting agar eksistensi kampus semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menambahkan, peningkatan visibilitas digital perlu diimbangi dengan kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ke depan, PTKIN harus mampu mengintegrasikan transformasi digital dengan mutu akademik agar kontribusinya semakin nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya. [*]