Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Kalau Kasus COVID-19 Terus Meningkat, LIB Siap Setop Lagi Kompetisi

Kalau Kasus COVID-19 Terus Meningkat, LIB Siap Setop Lagi Kompetisi

Senin, 28 September 2020 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Sleman - PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak menutup kemungkinan jika Shopee Liga 1 2020 disetop lagi andai kasus COVID-19 terus meningkat. Mereka siap mengikuti arahan pemerintah.

Shopee Liga 1 2020 mulai bergulir lagi pada 1 Oktober 2020. Venue-venue pertandingan bergulir di Sleman, Bantul, Pamekasan, Lamongan, Kediri, Malang, Semarang, Bandung, dan Tangerang.

LIB selaku operator pun terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat termasuk dan aparat kepolisian untuk kelancaran pertandingan. Pihak LIB juga tak mau nantinya dengan bergulirnya kompetisi malah menghadirkan klaster baru terkait virus Corona.

"Memang kami bertemu dengan pemerintah, pejabat keamanan, dan aparat daerah itu secara intens dua bulan terakhir. Setelah ini pun kami akan bertemu kembali dengan berbagai pihak itu, karena menyangkut perkembangan terakhir, apakah (liga lanjutan) ini bisa diteruskan atau tidak," kata Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, saat mengisi acara Webinar 'Sepakbola di Masa Pandemi' yang digelar PSS Sleman bersama Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY) Sabtu (26/9/2020).

Kasus virus Corona di beberapa daerah Indonesia sebetulnya terus meningkat lagi. LIB masih berupaya hal itu tak mengubah rencana bergulirnya kompetisi Shopee Liga 1 2020.

"Insya Allah sudah ada titik terang, kami tetap jalan terus (sesuai jadwal 1 Oktober 2020) walau kondisi berat di tengah pandemi," tegasnya.

Dia menyebut dalam lanjutan kompetisi ini semua akan dijalankan dengan protokol kesehatan ketat. Pemerintah daerah juga dilibatkan untuk memantau kondisi saat pertandingan.

Operator, menurutnya akan mengikuti rekomendasi dari pemerintah. Bahkan kalau kondisinya semakin buruk, operator siap menunda atau menghentikan kompetisi.

"Pemerintah setempat akan memantau jangan sampai ada kerumunan jangan sampai ada klaster baru. Kalau yang terburuk (kompetisi) akan dihentikan, kami akan nurut kalau kondisi (COVID-19) semakin berat," paparnya.

Untuk itu, pihaknya akan semakin waspada dan hati-hati dalam pelaksanaan lanjutan Liga 1 2020 ini. Operator juga mengharapkan manajemen klub kontestan Shopee Liga 1 bisa bekerjasama menjaga situasi agar saat pelaksanaan laga tidak ada protokol kesehatan yang dilanggar.

"Ada beberapa yang khawatir saya kira itu wajar. Saya juga termasuk yang sangat khawatir. Khawatir ada yang terpapar virus, jadi kita memang antisipasi dengan manajemen risiko paling ketat," tegasnya.

Salah satu aturan yang diberlakukan dalam lanjutan Liga 1 2020 ini adalah tak adanya penonton dan suporter. Lukita mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan aparatur daerah serta klub agar tidak ada yang mengadakan acara nonton bareng.

"Selanjutnya, suporter ingin menonton ini menjadi pembahasan penting dengan pihak kepolisian untuk memecah agar tidak ada kerumunan di stadion agar tidak ada klaster baru," ucapnya.

"Termasuk nobar, kita menghadap pemerintah daerah agar tidak ada nobar. Kita dukung liga dari rumah, dan nonton di tv itu juga hiburan," tambahnya.

Lukita menambahkan, pihaknya sudah melakukan penelitian terkait penyelenggaraan event dalam protokol kesehatan yang tertuang dalam regulasi terbaru.

"Untuk protokol kesehatan, semua tim juga wajib uji rapid dan swab yang dilakukan di bawah LIB sebelum pertandingan agar terkontrol dengan jelas. Tim juga wajib menyediakan fasilitas isolasi dan berbagai hal lain yang terkait protokol kesehatan," ujarnya.

Di sisi lain, berjalannya liga juga berpengaruh pada sponsor. Menurut Lukita, ekosistem bisnis masih berjalan.

"Opportunity masih cukup besar, karena ekosistemnya masih berjalan, sponsor mendukung karena sponsor juga punya analisa sendiri," ucapnya.

Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda