Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / PON Aceh-Sumut Belum Jelas, IMP Seramoe Meukah Bakal Terus Suarakan Hingga Tuntas

PON Aceh-Sumut Belum Jelas, IMP Seramoe Meukah Bakal Terus Suarakan Hingga Tuntas

Senin, 04 Desember 2023 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMP) Seramoe Meukah berunjuk rasa mempertanyakan perkembangan PON Aceh-Sumut tahun 2024. [Foto: for Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMP) Seramoe Meukah mempertanyakan kembali perkembangan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara (Sumut) yang akan diselenggarakan tahun 2024 mendatang.

"Kita butuh informasi sejauh mana pemerintah Aceh mempersiapkan PON ini. Hingga saat ini bahkan masih banyak permasalahan-permasalahan yang belum diselesaikan oleh Pj Gubernur Aceh selaku ketua panitia PON wilayah Aceh," ucap Koordinator IMP Seramoe Meukah Fathur Muda Angkasa, Senin (4/12/2023).

Fathur menyampaikan, hingga saat ini pihaknya sudah turun aksi untuk menyuarakan masalah PON sebanyak 4 kali, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah Aceh. Ia menyebutkan, bahkan Pj Gubernur Aceh belum pernah menjumpai massa aksi di lapangan.

"Jangankan bertemu, kami bahkan dikibuli oleh Sekda Aceh Bustami Hamzah di aksi yang pertama. Katanya dia akan menjamin bahwa di aksi ke depan dia akan menghadirkan Pak Pj. Namun hingga saat ini sudah aksi jilid 4, jangakan Pj, Pak Sekda saja sudah tidak nampak lagi batang hidungnya. Apakah para pemerintah Aceh tersebut memang suka mengibuli rakyat?" tanyanya.

Pihaknya akan terus menyuarakan terkait PON hingga tuntas, karena PON pada dasarnya adalah harapan. Namun akan menjadi ancaman, jika penyelenggaraannya merugikan rakyat Aceh. 

"Kita tidak ingin PON diselenggarakan menggunakan dana Otsus, itu uangnya rakyat Aceh. Masih banyak persoalan yang mesti diselesaikan dengan dana Otsus tersebut. JKA asja masih mengutang, lebih baik bayar JKA dan sejahterakan kaum miskin, dhuafa dan anak yatim ketimbang untuk penyelenggaraan PON," sebut Fathur.

Karena itu, pihaknya sangat menentang pemerintah Aceh, jika pelaksanaan PON masih dipaksakan menggunakan dana Otsus. 

"Kita akan terus suarakan ini, mungkin ke depan kita akan ke Dispora. Kadispora juga harus bertanggung jawab," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda