Minggu, 24 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Pra PORA Pencak Silat di Langsa Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Aceh

Pra PORA Pencak Silat di Langsa Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Aceh

Minggu, 24 Mei 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh, Maszuwar Z.M, saat menyerahkan cendera mata dalam Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) cabang pencak silat Wilayah III di Kota Langsa, Sabtu (23/5/2026). [Foto: dok. IPSI Aceh]


DIALEKSIS.COM | Langsa - Pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) cabang pencak silat Wilayah III di Kota Langsa disebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali prestasi pencak silat Aceh di level nasional.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi IPSI Aceh, Maszuwar Z.M mengatakan Aceh memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan pencak silat nasional, terutama pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Pada PON tahun 2000 Aceh meraih medali emas, begitu juga pada PON 2004. Saat itu Aceh sejajar dengan daerah-daerah kuat di Pulau Jawa,” kata Maszuwar saat membuka Pra PORA Pencak Silat Wilayah III di Gedung Multiguna Universitas Samudra, Kota Langsa, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, tradisi prestasi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kembali kejayaan pencak silat Aceh melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Maszuwar menilai regenerasi atlet pencak silat Aceh mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa ajang nasional terakhir. Pada PON Papua, Aceh meraih satu medali perak. Sementara pada PON Aceh-Sumut, kontingen Aceh membawa pulang satu medali perak dan lima medali perunggu.

Ia menegaskan target IPSI Aceh ke depan bukan sekadar berpartisipasi dalam pertandingan, tetapi mengembalikan tradisi medali emas pada PON 2028.

“Target kita bukan hanya ikut bertanding, tetapi mengembalikan tradisi emas pencak silat Aceh di PON 2028,” ujarnya.

Pra PORA tersebut menjadi ajang seleksi atlet terbaik dari berbagai kabupaten/kota menuju PORA 2027 di Aceh Jaya sekaligus persiapan menghadapi Pra PON dan PON.

Sebanyak tujuh kabupaten/kota ambil bagian dalam Pra PORA Pencak Silat Wilayah III, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Total sebanyak 115 atlet dan 31 ofisial mengikuti pertandingan yang berlangsung hingga 25 Mei 2026.

Ketua panitia Mayor (Purn) Erman mengatakan kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin membuka secara resmi pertandingan melalui prosesi pemukulan gong yang turut disaksikan Ketua IPSI Langsa Ilham Pangestu, unsur Forkopimda, KONI, serta para atlet dan ofisial. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI