Selasa, 29 September 2026
Beranda / Parlemen Kita / Pemko Banda Aceh Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Pemko Banda Aceh Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Selasa, 29 September 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRK Banda Aceh, Senin (28/9/2026). [Foto: Humas DPRK BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh mengaktifkan kembali fasilitas biogas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja.

Dorongan itu disampaikan Irwansyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRK Banda Aceh, Senin (28/9/2026).

Menurut Irwansyah, pemanfaatan gas metana dari TPA Gampong Jawa pernah menjadi salah satu inovasi pengelolaan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Program tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan Kota dan Kebersihan (DLHK) sekitar 2015 melalui kerja sama dengan Yayasan Kemaslahatan Ummat.

“Sekitar 210 KK menikmati pasokan biogas gratis yang dialirkan langsung ke rumah warga untuk kebutuhan memasak sehari-hari,” kata Irwansyah.

Selain untuk memasak, gas metana dari TPA tersebut juga pernah digunakan untuk mengoperasikan genset dengan daya sekitar 40.000 watt. Listrik itu ditargetkan membantu penerangan warga dan pemulung di sekitar TPA.

Irwansyah menilai pasokan biogas gratis merupakan salah satu bentuk kompensasi pemerintah bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan TPA.

Karena itu, dia meminta pemerintah kota melalui dinas terkait segera mengaktifkan kembali fasilitas tersebut.

Keuchik Gampong Jawa Musrifun mengatakan warga berharap pemanfaatan biogas kembali dikembangkan. Warga juga meminta kepastian mengenai keberlanjutan pasokan biogas ke rumah-rumah penerima.

“Kami meminta pemerintah menjelaskan penyebab berhentinya pasokan biogas serta solusi atas persoalan tersebut,” ujar Musrifun.

Sementara itu, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kota Banda Aceh Siraj mengatakan pihaknya sedang memperbaiki jaringan pipa biogas.

Pada tahap awal, pemerintah berencana mengalirkan biogas ke 10 rumah sebagai uji coba. Menurut Siraj, satu rumah telah disiapkan untuk tahap awal, tetapi produksi gas belum maksimal.

Kondisi tersebut, kata dia, dipengaruhi musim kemarau. Produksi gas metana di TPA membutuhkan kondisi yang cukup basah.

“Untuk saat ini sedang diusahakan agar biogas TPA Gampong Jawa dapat diaktifkan kembali,” kata Siraj.

RDP tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Banda Aceh Syarifah Munirah, perwakilan DLHK3, Dinas Perkim Banda Aceh, Institute Hijau Indonesia, Walhi, You-Rings, mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI