DIALEKSIS.COM | Taipei - Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Taiwan yang mendekati 400.000 orang telah menjadi perhatian. Oleh karena itu, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei telah meluncurkan inovasi sistem pembayaran digital untuk layanan paspor.
Inovasi ini menjadi strategi untuk mengurai kepadatan permohonan layanan keimigrasian yang terus meningkat setiap tahun.
Melalui sistem baru tersebut, pembayaran yang sebelumnya terpusat di Chang Hwa Bank kini diperluas ke jaringan toko swalayan di seluruh Taiwan, termasuk 7-Eleven, Family Mart, dan Hi-Life. Kebijakan ini memberi fleksibilitas bagi pemohon paspor agar dapat melakukan transaksi lebih cepat tanpa bergantung pada jam operasional bank.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo mengatakan tren kedatangan WNI ke Taiwan dalam lima tahun terakhir meningkat hampir 70%. Saat ini kantor layanan menangani rata-rata 300-400 permohonan setiap hari.
“Jumlah WNI yang terus meningkat setiap tahunnya mewajibkan KDEI Taipei untuk terus berinovasi agar pelayanan tetap terjaga dengan baik, semakin cepat, dan efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).
Digitalisasi pembayaran ini melanjutkan transformasi layanan KDEI setelah peluncuran Sistem Endorsement V3 bagi Pekerja Migran Indonesia pada awal 2025.
Kepala Bidang Imigrasi KDEI Taipei Wahyu Wibisono menilai integrasi pembayaran digital menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan geografis WNI yang tersebar di berbagai wilayah Taiwan.
“Kini mereka tidak perlu lagi terpaku pada jam operasional bank tertentu, karena layanan pembayaran sudah tersedia melalui jaringan toko swalayan terdekat,” pungkasnya. [in]