Beranda / Pemerintahan / Bulog Aceh Dapat Tambahan Stok Beras Impor 6 Ribu Ton

Bulog Aceh Dapat Tambahan Stok Beras Impor 6 Ribu Ton

Minggu, 31 Maret 2024 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pekerja menata beras dalam karung di gudang penyimpanan. Aceh kembali mendapat tambahan stok beras impor asal Thailand sebanyak 6.000 ton, yang masuk di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. [Foto: dok. Bulog Aceh]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Provinsi Aceh mendapat tambahan stok beras impor asal Thailand sebanyak 6.000 ton, yang masuk di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

“Alhamdulillah proses bongkar muat dari Pelabuhan Krueng Geukueh telah tuntas dan seluruh stok tersebut telah tiba di gudang Bulog yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) dan kebencanaan,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Saldi Aldryn dalam keterangannya, Minggu (31/3/2024).

Ia menyebutkan dengan tambahan stok beras impor tersebut maka persediaan yang ada di seluruh gudang Perum Bulog Aceh sebanyak 19.250 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

"Kami pastikan persediaan beras yang ada saat ini cukup dan mampu memenuhi kebutuhan pangan di Aceh," kata Saldi. 

Ditambahkannya, dalam waktu dekat Bulog Provinsi Aceh juga akan mendapatkan tambahan stok beras impor dari Vietnam sebanyak 4.900 ton.

Menurutnya stok yang ada saat ini akan digunakan untuk keperluan bantuan pangan, SPHP, kebencanaan dan program pangan lainnya dalam upaya stabilisasi harga pangan. 

"Setiap bulan Perum Bulog Aceh menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat mencapai 5.300 ton beras," ucap Saldi.

Saldi berharap masyarakat Aceh tidak perlu khawatir sebab persediaan beras yang ada di gudang Perum Bulog yang tersebar di seluruh Aceh sangat cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat di pasaran.

"Bulog akan terus membeli hasil panen milik petani di Aceh melalui mitra perusahaan untuk memenuhi kebutuhan beras," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda