DIALEKSIS.COM | Sigli - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan pemerintah pusat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperbaiki infrastruktur sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Pernyataan itu disampaikan Murthalamuddin saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Abdul Mu'ti, M.E., ke Kabupaten Pidie dalam rangka peresmian revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 dan penyerahan bantuan revitalisasi tahun 2026, Senin (22/6/2026).
Murthalamuddin mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana belajar.
"Program revitalisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Sekolah yang nyaman dan layak akan memberikan suasana belajar yang lebih baik bagi siswa maupun guru," ujar Murthalamuddin.
Ia menilai pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan juga membangun optimisme serta semangat belajar generasi muda Aceh.
Menurutnya, kehadiran sekolah yang representatif akan berdampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. Dengan fasilitas yang memadai, siswa dapat belajar lebih nyaman, sementara tenaga pendidik dapat menjalankan tugasnya secara optimal.
Murthalamuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas komitmen yang terus diberikan kepada Aceh melalui berbagai program pembangunan pendidikan.
"Apa yang telah diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan menjadi kebahagiaan bagi anak-anak Aceh. Mereka kini memiliki kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan lebih kondusif untuk mengembangkan potensi diri," katanya.
Selain membahas revitalisasi sekolah, Murthalamuddin juga menyinggung pentingnya menjaga semangat perdamaian Aceh melalui dunia pendidikan. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa perdamaian yang dinikmati saat ini merupakan modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Karena itu, Dinas Pendidikan Aceh terus mendorong berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar, termasuk lomba berbasis konten kreatif yang mengangkat tema perdamaian dan pembangunan Aceh.
"Damai adalah perjalanan panjang yang harus terus dijaga. Pendidikan memiliki peran penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda agar mereka memahami arti kebersamaan, kemajuan, dan masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Murthalamuddin berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah, termasuk wilayah terpencil dan kepulauan di Aceh.
Menurutnya, pemerataan fasilitas pendidikan menjadi kunci untuk memastikan seluruh anak Aceh memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
"Mudah-mudahan program revitalisasi ini terus berlanjut sehingga sekolah-sekolah di daerah terluar Aceh juga dapat merasakan manfaatnya. Anak-anak di mana pun mereka berada berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak," katanya.
Sementara itu, kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Pidie merupakan bagian dari implementasi program nasional revitalisasi satuan pendidikan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui gerakan mewujudkan sekolah yang asri, aman, dan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Abdul Mu'ti meresmikan sejumlah sekolah yang telah direvitalisasi serta menyerahkan bantuan revitalisasi untuk sekolah-sekolah penerima program tahun 2026. Acara juga diisi dengan testimoni para siswa yang merasakan langsung manfaat pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di daerah mereka.
Bagi Aceh, program revitalisasi sekolah tidak hanya menjadi upaya memperbaiki bangunan pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. [nh]
