DIALEKSIS.COM | Tangerang - Menteri Agama menargetkan Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar konsumen, melainkan mampu menjadi produsen produk halal nomor satu di dunia.
Hal itu disampaikan Menag saat memberikan keynote speech pada Indonesia Halal Brands & Food (IHBF) Expo 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Menag, posisi ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Indonesia saat ini menempati peringkat kedua ekonomi syariah global setelah sebelumnya berada di posisi kelima.
Meski demikian, ia menilai tingkat literasi dan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah masih rendah. Menag menyebut kesadaran ekonomi syariah di Indonesia baru sekitar 7 persen, jauh di bawah Malaysia yang telah mencapai 76 persen.
Melalui penyelenggaraan IHBF Expo 2026, pemerintah berharap tingkat kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah dan produk halal dapat meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Menag juga mengajak pelaku usaha untuk memandang pengembangan produk halal sebagai upaya memperkuat ekonomi umat sekaligus memperluas penerapan gaya hidup halal. Menurut dia, produk halal akan semakin diminati masyarakat, baik di Indonesia maupun di tingkat global.
IHBF Expo 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, dan DARE Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menag mengingatkan agar pameran tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya produk halal. Ia juga menyoroti semakin luasnya penerimaan produk halal di berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara di Eropa. [*]