Beranda / Pemerintahan / Pengurus MES Banda Aceh Dilantik, Ini Harapan Pj Wali Kota Amiruddin

Pengurus MES Banda Aceh Dilantik, Ini Harapan Pj Wali Kota Amiruddin

Sabtu, 13 Januari 2024 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pelantikan Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Banda Aceh yang digelar di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (13/1/2024). Pelantikan dirangkai dengan penandatanganan MoU MES Banda Aceh dengan rumah zakat serta seminar nasional “Membumikan ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah”. Ada pula Bazar UMKM delapan produk kerajinan dan makanan. [Foto: Humas BNA]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (PD MES) Kota Banda Aceh yang digelar di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (13/1/2024).

Pelantikan pengurus MES Banda Aceh masa bakti 2023-2028 yang diketuai Ilyas M Harun, dirangkai dengan penandatanganan MoU MES Banda Aceh dengan rumah zakat serta seminar nasional “Membumikan ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah”. Ada pula Bazar UMKM delapan produk kerajinan dan makanan.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua I DPW MES Provinsi Aceh Syahrizal Abbas yang mewakili Ketum MES Provinsi Aceh Aminullah Usman, Sekjen MES Sugito beserta jajaran pengurus lainnya, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Amiruddin mengucapkan apresiasi kepada PD MES periode sebelumnya atas dedikasi dan kerja keras dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Keberhasilan pengurus yang sebelumnya dalam mengembangkan ekonomi syariah di Kota Banda Aceh menjadi landasan yang kuat bagi perjalanan PD MES yang baru ini. Terima kasih atas kontribusi dan perjuangan yang telah diberikan,” ujarnya.

Kepada PD MES yang baru, ia mengucapkan selamat bertugas. Ia berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah yang telah dipercayakan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat untuk mewujudkan visi dan misi MES dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Banda Aceh, khususnya UMKM Muslim.

“Peran PD MES di Banda Aceh tidak hanya sekadar sebuah organisasi, melainkan mitra strategis bagi Pemko Banda Aceh dalam pembangunan ekonomi syariah,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan kolaboratif seperti seminar ekonomi syariah dan bazaar UMKM seperti yang telah digelar, dapat mengukuhkan peran MES sebagai motor penggerak kemajuan ekonomi syariah di kota ini.

Amiruddin pum mengajak semua pihak untuk mewujudkan program-program yang inovatif dan berdaya saing untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah di Banda Aceh.

“Kami percaya bahwa ruang kolaborasi antara Pemko Banda Aceh dan PD MES Kota Banda Aceh akan menjadi landasan yang kokoh dalam menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi Syariah khususnya UMKM. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Masih menurut pj wali kota, promosi produk halal menjadi fokus utama yang dapat dijalankan, selaras dengan visi Banda Aceh sebagai kota berbasis syariah. Katanya, pemko akan terus mendukung dan mempromosikan produk-produk halal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat kesadaran halalnya.

“Peningkatan kapasitas produksi dan daya saing UMKM lokal juga akan menjadi prioritas utama, dengan menyediakan program pelatihan dan pendampingan yang berkualitas. Tidak kalah penting, kita akan mengeksplorasi peluang dalam produk fashion lokal Islami, seperti peci, sarung, pakaian, bahkan parfum non-alkohol. Melalui dukungan dan fasilitasi yang maksimal, diharapkan UMKM di sektor ini dapat bersaing secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua I MES Aceh, Prof Syahrizal Abbas mengatakan, secara regulatif pelaksanaan Syariat Islam sudah sangat kuat dan kokoh di Aceh karena punya dasar hukum baik undang undang maupun qanun.

Amanah ini kata Prof Syahrizal tidak bisa terwujud kalau stakeholder terkait tidak memiliki kesamaan visi, persepsi pengetahuan komitmen dan sinergitas.

Dalam menjalankan ekonomi syariah di Aceh, sebutnya, tetap berpedoman dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perlu kerja keras dan sungguh-sungguh. “Berbeda apa yang kita miliki dengan negara lain yang juga menjalankan ekonomi berbasis syariah.”

“Kalau kita penuh keberagaman ada dua terminologi, yakni ijtihad dan jihad, di mana punya pengalaman, pengetahuan tetapi juga memerlukan gerakan serta terakhir adalah mujahadah berdoa kepada Allah,” ujarnya.

Sementara Ketua MES Kota Banda Aceh Ilyas M Harun mengatakan, siap bersinergi dengan pemko dalam rangka mendukung program meningkatkan ekonomi syariah yang sudah berjalan selama ini. [HBA]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda