Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Sekda Aceh Tinjau Gotong Royong ASN di Aceh Tamiang, Pastikan Sekolah Kembali Normal

Sekda Aceh Tinjau Gotong Royong ASN di Aceh Tamiang, Pastikan Sekolah Kembali Normal

Minggu, 04 Januari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meninjau langsung kegiatan gotong royong Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh dalam membersihkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026). [Foto: Humas Aceh]


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meninjau langsung kegiatan gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh dalam membersihkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026).

Gotong royong massal tersebut difokuskan pada pembersihan lumpur dan sisa material banjir di sejumlah fasilitas pendidikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Dalam peninjauan itu, M. Nasir mengunjungi beberapa sekolah, antara lain TK Negeri 1 Pembina Kuala Simpang, SMKN 1 Kuala Simpang, dan SD Negeri 4 Kuala Simpang. Ia memastikan kondisi sarana pendidikan di lokasi tersebut siap digunakan kembali oleh siswa.

“Kami ingin memastikan sekolah-sekolah ini kembali bersih dan layak. Pembersihan lumpur menjadi prioritas agar lingkungan sekolah kembali sehat,” kata M. Nasir di sela kegiatan.

Selain sekolah, Sekda Aceh juga meninjau sejumlah fasilitas publik lain yang terdampak banjir. Peninjauan tersebut dilakukan sekaligus untuk mendata kerusakan infrastruktur sebagai dasar penanganan dan perbaikan lanjutan.

M. Nasir menegaskan, meskipun sejumlah sekolah sempat terendam cukup parah, Pemerintah Aceh memastikan hal itu tidak akan menghambat hak belajar siswa. Proses belajar mengajar di wilayah terdampak, kata dia, akan kembali berjalan mulai Senin (5/1/2026).

“Kami memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sesuai jadwal,” ujarnya.

Menurut M. Nasir, keterlibatan ASN dalam gotong royong ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menangani dampak bencana, sekaligus menjaga agar pelayanan publik, khususnya pendidikan, tidak terhenti terlalu lama.

Ia juga menekankan peran guru pascabencana tidak hanya terbatas pada aspek akademik. “Kehadiran guru sangat penting untuk membantu pemulihan psikososial anak-anak setelah mengalami bencana,” kata M. Nasir.

Pemerintah Aceh berharap dengan pembersihan cepat dan keterlibatan berbagai pihak, aktivitas sekolah di Aceh Tamiang dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI