Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Tanggapi Permintaan Wagub Aceh soal Meugang Kedua, Mendagri: Mari Kita Doakan Bersama

Tanggapi Permintaan Wagub Aceh soal Meugang Kedua, Mendagri: Mari Kita Doakan Bersama

Minggu, 22 Februari 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat menyampaikan sepatah dua kata usai melaksanakan shalat subuh berjamaah sekaligus memberikan bantuan 500 paket alat ibadah kepada masyarakat Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Permintaan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh agar Pemerintah Pusat kembali mengalokasikan bantuan sapi untuk meugang kedua sebelum Idulfitri 1447 Hijriah mendapat tanggapan langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Dalam sepatah dua kata usai melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026), Tito merespons permintaan itu.

Ia bahkan mengungkapkan bagaimana selama mendampingi kunjungannya ke sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh, dirinya terus didoktrin oleh sang Wakil Gubernur soal pentingnya tradisi meugang bagi rakyat Aceh.

“Saya satu mobil dengan Pak Wagub. Sepanjang jalan saya didoktrin terus,” ujar Tito sambil tersenyum, disambut tawa jamaah.

"Pak Mendagri harus paham betul, meugang di Aceh itu sakral. Harus ada pembagian daging sebelum Ramadan. Harus yakinkan Pak Presiden supaya dicintai masyarakat Aceh,” katanya menirukan candaan Dek Fadh.

Tito mengakui, sebelum ke Aceh ia memahami meugang sebagai tradisi pembagian daging menjelang Ramadan. Namun setelah berdialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah daerah, ia menyadari tradisi ini memiliki dimensi sosial dan emosional yang jauh lebih dalam.

“Di tempat lain mungkin tidak seperti ini. Di Aceh, meugang bukan sekadar makan daging. Ini kebersamaan, ini kebahagiaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp72,75 miliar untuk mendukung meugang pertama sebelum Ramadan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di 18 kabupaten/kota. Tito menyebut bantuan itu telah tersalurkan dan membawa kegembiraan.

“Alhamdulillah sudah disalurkan. Saya pikir selesai. Ternyata belum,” katanya berseloroh.

Dek Fadh memang secara terbuka meminta agar meugang kedua yang secara tradisi dilaksanakan sehari sebelum Idulfitri juga mendapat dukungan serupa. Dalam budaya Aceh, meugang dilaksanakan tiga kali setahun: sebelum Ramadan, sebelum Idulfitri, dan sebelum Iduladha.

“Kalau yang pertama sudah ada, rasanya pincang kalau yang kedua tidak ada,” kata Fadhlullah sebelumnya.

Menanggapi permintaan itu, Tito tidak memberikan janji pasti. Namun ia membuka ruang harapan. “Mari Pak Wagub, kita berdoa supaya Pak Presiden bisa memberikan sapi yang kedua,” ucapnya.

Ia meminta Pemerintah Aceh segera menyampaikan laporan lengkap beserta dokumentasi penyaluran bantuan sebelumnya kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan untuk keputusan selanjutnya.

“Video dan foto penyerahan kemarin harus kita sampaikan kepada beliau, supaya beliau tahu masyarakat benar-benar bergembira. Biasanya kalau kita ingin meminta sesuatu, hasil yang sudah ada juga perlu kita laporkan,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI