Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Wagub Aceh Dorong Penguatan UMKM dan BUMDes untuk Sukseskan Program MBG Pasca Bencana

Wagub Aceh Dorong Penguatan UMKM dan BUMDes untuk Sukseskan Program MBG Pasca Bencana

Kamis, 16 April 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Sinergi Ekonomi Kerakyatan untuk mendukung MBG pascabencana di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026). Foto: for Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca bencana, yang digelar di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi pasca bencana. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMDes), sekaligus memastikan pemenuhan gizi bagi masyarakat terdampak.



Dalam sambutannya, Fadhlullah menegaskan bahwa Aceh memiliki ketangguhan sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai bencana. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi fondasi utama untuk bangkit, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pemulihan pasca bencana tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh penguatan ekonomi rakyat melalui UMKM, koperasi, dan BUMDes di seluruh gampong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program MBG merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Program ini juga dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan dampak ganda, meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menghidupkan ekonomi lokal,” kata Fadhlullah.

Untuk mendukung hal tersebut, Wagub menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat basis data dan pemetaan potensi UMKM, koperasi, dan BUMDes, mengintegrasikan rantai pasok pangan lokal secara digital, serta memperluas akses permodalan melalui perbankan daerah dan lembaga pembiayaan syariah.

Selain itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha juga menjadi perhatian, termasuk dalam aspek manajemen, kualitas produk, hingga sertifikasi keamanan pangan.



Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung implementasi Program MBG di Aceh.

Acara ini turut dihadiri Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, Kepala Perwakilan BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal, serta Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali (Lem Faisal) sebagai narasumber.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh gampong, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Aceh.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI