DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah memperkuat program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai salah satu strategi mencegah stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, periode 1.000 HPK dimulai sejak 270 hari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau sekitar 730 hari.
Menurut Dante, periode tersebut merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak karena perkembangan otak berlangsung sangat pesat pada usia 0-2 tahun.
Untuk memastikan intervensi berjalan sejak awal, pemerintah menetapkan empat sasaran utama dalam program 1.000 HPK.
Pertama, fase sebelum kehamilan dengan menyasar kesehatan remaja putri serta skrining calon pengantin dan pasangan usia subur agar memiliki kesiapan fisik yang baik.
Kedua, masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir. Pada tahap ini, pemerintah mendorong pemeriksaan kehamilan, termasuk USG, serta memastikan proses persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan yang aman.
Ketiga, periode anak di bawah dua tahun (baduta) yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pemenuhan kebutuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Keempat, penguatan layanan kesehatan, dengan memastikan Puskesmas dan rumah sakit memiliki fasilitas serta dukungan pembiayaan yang memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Dante menegaskan, keberhasilan 1.000 HPK tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Dukungan keluarga, termasuk keterlibatan ayah, menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan kesehatan dan gizi anak terpenuhi.
Karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan agar ayah lebih aktif terlibat dalam pemenuhan kesehatan anak.
"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak," ujar Dante.
Ia menyebut keterlibatan ayah dalam 1.000 HPK sebagai konsep Ayah Siaga, melanjutkan semangat Suami Siaga yang selama ini dikenal dalam pendampingan saat persalinan.
Dengan intervensi sejak sebelum kehamilan hingga anak berusia dua tahun, pemerintah berharap upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, dengan keluarga sebagai fondasi utama. [in]

