DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H. Ruslan M. Daud, mulai mengonsolidasikan kekuatan partai dengan menargetkan perolehan minimal 15 kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.
Target tersebut ditegaskan dalam kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PKB Aceh yang dihadiri jajaran pengurus DPW PKB Aceh periode 2026-2031.
“Target kita jelas, PKB Aceh harus lebih kuat. Kita menargetkan minimal 15 kursi di tingkat DPRA pada Pileg 2029. Ini bisa kita capai dengan kerja keras, soliditas, dan komitmen seluruh kader,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum awal konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinan Ruslan Daud, yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKB.
Forum tersebut diinisiasi langsung olehnya sebagai langkah strategis memperkuat soliditas internal partai sekaligus mempersiapkan agenda politik PKB Aceh ke depan.
Selain sebagai ajang konsolidasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturrahmi antar pengurus lama dan baru, kader, serta seluruh unsur partai dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Ruslan Daud menegaskan bahwa konsolidasi merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi PKB di Aceh, terutama dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Saya mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh kader. Walaupun waktu persiapan terbatas, kegiatan ini bisa terlaksana dengan sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa PKB Aceh memiliki semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat,” ujar Ruslan.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melaksanakan pengukuhan resmi kepengurusan DPW PKB Aceh setelah Idulfitri, sekaligus membentuk panitia peletakan batu pertama pembangunan kantor DPW PKB Aceh yang baru.
“InsyaAllah setelah Lebaran kita akan melaksanakan pengukuhan kepengurusan secara resmi. Kita juga akan memulai pembangunan kantor DPW PKB Aceh sebagai simbol kebangkitan dan kekuatan organisasi kita,” tegasnya.
Ruslan menilai, keberadaan kantor representatif penting untuk memperkuat identitas dan eksistensi partai di tengah masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan kantor yang menjadi kebanggaan keluarga besar PKB Aceh. Kantor ini bukan hanya simbol fisik, tetapi simbol semangat dan komitmen perjuangan kita untuk masyarakat Aceh,” katanya.
Selain penguatan struktur organisasi, Ruslan juga menegaskan komitmen PKB Aceh untuk meningkatkan peran sosial di tengah masyarakat. Salah satu program yang direncanakan adalah penyediaan ambulans untuk seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB di Aceh.
“InsyaAllah kita akan menyediakan ambulans untuk setiap DPC PKB di Aceh. PKB harus hadir membantu masyarakat, bukan hanya saat pemilu, tetapi setiap saat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui kerja nyata dan pelayanan berkelanjutan.
“Kerja politik tidak boleh musiman. Kita harus selalu hadir, bekerja, dan melayani masyarakat. Dengan kerja nyata dan kebersamaan, kita bisa meraih kepercayaan rakyat,” tegas Ruslan.
Menurutnya, capaian politik partai merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader dan dukungan masyarakat.
“Semua yang kita capai adalah hasil kerja bersama. Dengan kebersamaan, doa, dan kerja keras, saya yakin PKB Aceh akan menjadi kekuatan politik yang lebih besar di masa depan,” katanya.
Kegiatan Ta’aruf dan Silaturrahmi Pra Muskerwil ini menjadi titik awal konsolidasi kepengurusan baru DPW PKB Aceh dalam memperkuat organisasi dan mempersiapkan strategi menghadapi Pileg 2029.
Di bawah kepemimpinan Ruslan Daud, PKB Aceh menegaskan komitmennya untuk membangun partai yang solid, dekat dengan rakyat, dan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh secara lebih kuat di tingkat daerah maupun nasional.
“PKB adalah rumah kita bersama. Dengan kebersamaan dan kerja nyata, insyaAllah kita bisa mencapai target dan membangun PKB Aceh menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Ruslan Daud.