Beranda / Politik dan Hukum / Kesatuan Tanpa Batas: Pesan Bijak Tgk. Akmal Abzal Pasca-Pemilu 2024

Kesatuan Tanpa Batas: Pesan Bijak Tgk. Akmal Abzal Pasca-Pemilu 2024

Minggu, 11 Februari 2024 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Tgk. Akmal Abzal, S.HI, seorang ulama muda dan mantan Komisioner dua periode KIP Aceh. Foto: net


DIALEKSIS.COM | Aceh - Tgk. Akmal Abzal, S.HI, seorang ulama muda dan mantan Komisioner dua periode Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, memberikan pesan mendalam kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga silaturahmi pasca Pemilu 2024, tanpa memandang perbedaan pilihan politik, justru ragam pilihan di hari H sebagai indikasi warga sudah matang dan dewasa dalam berpolitik.

Dalam wawancaranya bersama Dialeksis.com (11/02/2024), Ustadz Akmal menegaskan bahwa Pemilu merupakan pilar penting dalam demokrasi yang berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Namun, beliau menekankan bahwa perbedaan politik tidak seharusnya memecah belah kebersamaan dan persatuan masyarakat. Pemilu itu pesta demokrasi sekaligus pesta rakyat yang sepatutnya di sambut dengan sukacita dan riang gembira, bukan saling menyakiti apalagi bermusuhan tanpa jeda.

"Harmoni antarsesama pasca-Pemilu adalah fondasi vital bagi kelangsungan bangsa. Meskipun kita memiliki pilihan politik yang bervarian, kita tetap bersatu dalam membangun negara ini," ungkap Tgk. Akmal dengan bijaksana.

Beliau menyatakan bahwa keberagaman politik mencerminkan kesehatan demokrasi, dan sebagai masyarakat yang cerdas, kita harus mampu melewati perbedaan dengan kedewasaan dan rasionalitas yang benar.

"Kita tidak boleh biarkan perbedaan politik merusak tali silaturahmi yang telah terjalin. Yang diperlukan adalah sikap saling menghargai, menghormati, dan mencintai sesama warga negara," tambahnya.

Pesan bijak dari Tgk. Akmal Abzal ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan di atas segala perbedaan. 

"Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus menunjukkan kedewasaan dalam merespons perbedaan politik, dan lebih fokus pada upaya membangun hubungan yang harmonis serta memperkuat persatuan bangsa," tutupnya. 

Belajarlah dari pengalaman 2019 , disaat polarisasi begitu tajam pra pemilu namun pasca penetapan pemenang semua berobah damai dan menyatu melanjutkan pembangunan negeri maka pemilu 2024 mesti demikian juga kiranya kelak.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda