Jum`at, 23 Oktober 2026
Beranda / /

  • 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Ditemukan, 12 Sudah Ditarik, Potensi Rugi Rp89 T
    Nasional | 1 bulan lalu
    25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Ditemukan, 12 Sudah Ditarik, Potensi Rugi Rp89 T

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah menindak tegas 11 pelaku usaha pemilik 25 izin edar merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan klaim kandungan gizi pada label kemasan. Produk tersebut sebelumnya dipasarkan sebagai beras fortifikasi, namun hasil pengujian menunjukkan kandungannya tidak sesuai dengan yang tercantum pada label.

  • Pemerintah Tambah 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Unggas
    Pemerintahan | 1 bulan lalu
    Pemerintah Tambah 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Unggas

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah menambah alokasi jagung untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebanyak 150.000 ton. Tambahan tersebut akan menjadi penugasan baru bagi Perum Bulog untuk membantu memenuhi kebutuhan peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah.

  • Bapanas Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Mahal, Siapkan Langkah Stabilkan Harga
    Nasional | 2 bulan lalu
    Bapanas Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Mahal, Siapkan Langkah Stabilkan Harga

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging sapi di tingkat konsumen masih dalam kondisi terkendali. Harga yang mencapai Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram di sejumlah pasar disebut hanya berlaku untuk daging premium, seperti has dalam yang telah dibersihkan dari lemak.

  • Usai Suro dan MBG Dimulai, Harga Ayam-Telur di Tingkat Peternak Mulai Pulih
    Ekonomi | 3 bulan lalu
    Usai Suro dan MBG Dimulai, Harga Ayam-Telur di Tingkat Peternak Mulai Pulih

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada pemulihan harga ayam hidup (broiler) dan telur di tingkat peternak. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut harga kedua komoditas tersebut mulai merangkak naik setelah sempat tertekan akibat lemahnya permintaan.

« 1 2 3 4 »

esdm 3