DIALEKSIS.COM | Tapaktuan - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE, M.Sos mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan Agustus sebagai bulan kebangkitan semangat nasionalisme.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - SD Negeri 24 Banda Aceh mulai membuka pendaftaran kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema “Anak Hebat Menuju Indonesia Emas” itu akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di lingkungan sekolah.
DIALEKSIS.COM | Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan membagikan sebanyak 1.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat umum dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dan Aliansi Rakyat Aceh (ARA) di depan Kantor Gubernur Aceh, Jumat (3/7/2026), berlangsung memanas. Massa membentangkan bendera Bintang Bulan, membakar ban bekas, serta mencoret bagian depan gedung kantor pemerintahan sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana di Aceh.
DIALEKSIS.COM | Padang - Di tengah terus berulangnya polemik politik tentang bendera dan lambang Aceh, Doktor Muhammad Ridwansyah menegaskan satu hal penting: simbol Aceh bukan ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, melainkan bagian sah dari mandat konstitusi dan arsitektur perdamaian nasional.
DIALEKSIS.COM | Opini - Perdebatan mengenai Bendera Aceh tidak pernah benar-benar selesai. Setiap kali isu ini mencuat, respons negara sering kali bersifat reaktif, emosional, dan terjebak pada kecurigaan politik, alih-alih dituntun oleh nalar ketatanegaraan. Padahal, dalam negara hukum yang konstitusional, persoalan simbol daerah seharusnya dibaca secara jernih, penulis sering sekali berdiskusi yang menjadi pertanyaan mendasar apa dasar ketatanegaraannya sebenarnya dalam perumusan bendera Aceh? apa batas kewenangan Pemerintah Aceh dalam membentuk bendera Aceh? dan di mana posisi negara dalam konteks menyikapi gesekan-gesekan yang kerap disalahpahami?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengibaran simbol politik di tengah situasi bencana di Aceh dinilai berpotensi mengganggu fokus utama penanganan kemanusiaan.
Aktivis Demokrasi Aceh, Sofyan, mengatakan bahwa bencana seharusnya menjadi ruang netral yang bebas dari kepentingan simbolik dan politik identitas.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pakar politik sekaligus pendiri Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin, menilai pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah bencana yang melanda Aceh berpotensi mengganggu stabilitas dan perdamaian yang telah dibangun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan harapannya agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang melakukan provokasi di tengah situasi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aktivis muda Aceh, Angga Putra Aryanto, meminta semua pihak menghentikan upaya mengkambinghitamkan bendera bulan bintang dan mengembalikan fokus pada penanganan bencana serta nasib ribuan korban banjir dan longsor.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Pengibaran Bendera Aceh pada 25 Desember 2025 di Lhokseumawe kembali membuka satu pertanyaan mendasar sejauh mana negara khususnya aparat keamanannya benar-benar memahami makna perdamaian di Aceh? Peristiwa ini bukan sekadar soal simbol, melainkan ujian atas kedewasaan negara dalam membaca sejarah dan mengelola keberagaman identitas politik ke-Aceh-an di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Analisis - Peresmian jembatan bailey di Kuta Blang, Bireuen, Sabtu kemarin, mendadak menjadi panggung pertunjukan yang ganjil. Jembatan itu tak hanya diresmikan untuk menyambung jalan yang putus diterjang banjir bandang, sebulan lalu, tapi juga "dikepung" oleh kibaran bendera Merah Putih di sepanjang sisinya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aksi kekerasan dan kericuhan yang terjadi antara aparat gabungan dan massa rombongan dari arah Pidie yang hendak mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang menuai penyesalan dan kritik dari berbagai pihak.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, mengimbau kepada seluruh elemen di Aceh untuk menahan diri dan mengedepankan persatuan di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah mahasiswa asal Aceh yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) mengibarkan kain putih secara serentak pada Rabu (24/12/2025). Aksi tersebut dilakukan di lima asrama mahasiswa Aceh yang tersebar di tiga wilayah presidium, yakni Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.
DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Di tengah duka dan penderitaan masyarakat Aceh akibat musibah yang baru saja melanda, muncul insiden antara warga dan aparat keamanan di Simpang Kandang, Kota Lhokseumawe, yang dipicu oleh konvoi pengibaran bendera bulan bintang.
DIALEKSIS.COM | Indepth - Puluhan bendera putih tampak berkibar di sejumlah titik sepanjang jalan nasional di Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor. Pemandangan tak biasa ini mulai muncul memasuki pekan ketiga pascabencana yang melanda provinsi Aceh sejak akhir November 2025. Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, kain putih itu dipasang berjajar di sepanjang Jalan Lintas Medan - Banda Aceh jalur utama yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sejumlah warga di beberapa wilayah Aceh mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes dan permintaan bantuan akibat banjir yang belum tertangani secara optimal. Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
DIALEKSIS.COM | Sabang - Isu pengibaran bendera putih sempat menjadi perhatian masyarakat Kota Sabang. Simbol tersebut dikaitkan dengan aksi kepedulian terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra dalam beberapa waktu terakhir.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua puluh tahun setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki), Aceh memasuki fase baru yang memerlukan pembacaan lebih jernih. Tidak ada lagi suara tembakan, tidak ada lagi baku serang antara gerilyawan dan aparat negara, tidak ada lagi penduduk yang mengungsi dari kampung halaman mereka.