Beranda / Berita / Aceh / Apa Karya: Wajar Eks Tripoli Kecewa Kepada Mualem

Apa Karya: Wajar Eks Tripoli Kecewa Kepada Mualem

Kamis, 24 Maret 2022 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fajri bugak

Zakaria Zaman alias Apa Karya. [Foto: Istimewa]

DIALEKSIS.COM | Sigli - Mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Mardeka (GAM) Zakaria Saman atau akrab dikenal dengan Apa Karya mengatakan sebenarnya ia tak menyurun Eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) jebolan Tripoli, Libya se Aceh untuk datang ke rumahnya di Kecamatan Keumala, Pidie beberapa waktu yang lalu.

Namun karena sudah datang kerumah, kata Apa Karya mau tidak mau ia terpaksa harus melayani mereka. "Lon hana kuyue jak tapi kadijak u rumoh suwah tapeureumeun," kata Zakaria Saman, Rabu malam (23/3/2022) via Phone kepada Dialeksis.com.

Menurut Apa Karya ketidakpercayaan Eks Tripoli kepada Muzakkir Manaf dan Abu Razak merupakan sebuah kewajaran.

Hal ini disebabkan kata Apa Karya lantaran sikap Muzakkir Manaf alias Mualem Ketua Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA) dan Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak sebagai Wakil Ketua KPA/PA Pusat hanya mementingkan kepentingan sendiri tidak mementingkan kepetingan jamaah.

"Na neuturi Mualem. Nyan dumpu-dumpu peng beu keujih mandum. Awaknyoe meu seu-seu meu keu nge ubat hana nge dibloe," sebut Apa Karya dalam bahasa Aceh.

Zakaria Zaman mencontoh uang eks kombatan GAM massa kepemimpinan Doto Zaini Abdullah sebanyak Rp 650 Milyar untuk eks kombatan yang disalurkan melalui Yayasan Khadam Nanggroe yang diketuai dirinya Zakaria Saman,

Kata Apa Karya uang tersebut diambil oleh Mualem tidak dirasakan oleh eks Tripoli,  "Meu milyar dicok peng lee Mualem, bek takheu keu awaknya meu keu lon han dibi. Lage-lage nyan model, man kon keudrojih agai yang dipike," ujar Apa Karya.

Menurut Zakaria Zaman kondisi eks Tripoli memang sama sekali tidak mendapatkan perhatian, "Meudipeureumeun tan," ujarnya. 

Mualem dan Abu Razak kata Apa Karya memang memiliki kesamaan prinsip hanya mementingkan diri sendiri. "Dumpu pekara saba dua jih kon masalah peng mantong," sebut Apa Karya.

Apa Karya mencontoh pekara yang lain kesamaan prinsip Abu Razak dan Mualem didalam hal pecat memecat orang. "Dipecat poe nyoe, dipecat poe jeh. Jih yang atou dua jih. Lon pakiban ijak pecat man karena jih lon yang boh," ulasnya.

Pun demikian kata Apa Karya ia sudah menitip pesan kepada Eks Tripoli supaya dalam menyikapi persoalan ini agar jangan membuat kacau. "Nyoe yang bek kameupake, hana got kapeurhot jih. Ka gantoe," pesan Zakarian Saman. 

Terkait perkataan Zakaria Zaman hingga berita ini diunggah Dialeksis.com belum mendapat konfirmasi lanjutan dari Abu Razak dan Muzakkir Manaf. (Fajri Bugak)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda