Beranda / Berita / Aceh / Gubernur ajak keluarga cegah narkoba

Gubernur ajak keluarga cegah narkoba

Jum`at, 27 Juli 2018 10:27 WIB

Font: Ukuran: - +


Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Foto Humas Pemerintah Aceh)

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak seluruh keluarga di provinsi setempat menjadi benteng utama dalam menjaga anggota keluarganya agar tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba.


"Saya mengajak keluarga di seluruh Aceh untuk membentengi anggota keluarga agar tidak bersentuhan dan terlibat dengan narkoba," kata Nova Iriansyah usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2018 di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis.


Ia menjelaskan, keterlibatan keluarga dan pendekatan Islami akan sangat efektif untuk menghindari genarasi muda di provinsi ujung paling barat Inodonesia itu menggunakan barang haram tersebut.


"Kepada anak-anakku yang telah terjerat narkoba, bertobatlah. Kembali ke jalan yang benar, keluarlah dari jerat narkoba dan kembali berkarya di masyarakat. Ingat, tidak ada masa depan jika kita terjerat narkoba, oleh karenanya segera tinggalkan Narkoba." Katanya.


Menurut dia, saat ini Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan dan menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba internasional, karenanya perlu keterlibatan semua komponen dalam pemberantasan narkoba.


"Seluruh organisasi massa, Organisasi Kepemudaan, TNI/Polri dan para Aparatur Sipil Negara harus menyatukan langkah dalam upaya pemberantasan Narkoba," katanya.


Dalam kegiatan tersebut BNN Aceh menyerahkan Piagam penghargaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Ketua MPU Aceh dan Kakanwil Bea Cukai Aceh


Selain itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Satpol PP dan WH, Ketua KNPI Aceh serta tokoh masyarakat Samahani Azwir Basyah.


Dalam kesempatan tersebut, BNN Aceh juga melakukan pemusnahan narkoba jenis ganja (Cannabis Sativa) sebanyak 170 kilogram (kg) yang terdiri atas hasil operasi di lima tempat berbeda.


Yaitu 100 kg penangkapan pada ekspedisi Indah Cargo pada 4 Januari lalu, 51 kg hasil penangkapan di Blangkeujeuren, temuan 6 kg di Pidie, barang bukti penangkapan di Batoh sebanyak 12 kg dan penyerahan ganja seberat 2 kg dari TIKI Ulee Lheue. (ANTARA)

Keyword:


Editor :
HARISS Z

riset-JSI
Komentar Anda