Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Mahasiswa KKN USK Kembangkan “Krap Krup” Keripik Tempe sebagai Produk Unggulan Desa

Mahasiswa KKN USK Kembangkan “Krap Krup” Keripik Tempe sebagai Produk Unggulan Desa

Selasa, 17 Februari 2026 09:45 WIB

Font: Ukuran: - +

Mahasiswa KKN USK merealisasikan program kerja utama bertajuk “Psikoedukasi dan Inovasi Tempe sebagai Jalan Pemulihan Mental serta Ekonomi Pascabencana di Meunasah Dayah Usen, Pidie Jaya”, Ahad (15/2/2026). [Foto: dok. USK]


DIALEKSIS.COM | Meureudu - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala merealisasikan program kerja utama bertajuk “Psikoedukasi dan Inovasi Tempe sebagai Jalan Pemulihan Mental serta Ekonomi Pascabencana di Meunasah Dayah Usen, Pidie Jaya” melalui kegiatan produksi Keripik Tempe bersama masyarakat Gampong Meunasah Dayah Usen. 

Kegiatan yang digelar pada Ahad (15/2/2026) ini menjadi bagian dari implementasi program Mahasiswa Berdampak yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang usaha dari olahan kedelai sekaligus mendorong pemulihan ekonomi pascabencana. Warga diperkenalkan pada alur produksi secara utuh, mulai dari pengolahan bahan mentah, proses pembuatan tempe, hingga pengembangan menjadi produk Krap Krup Keripik Tempe yang memiliki nilai jual.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dina Amalia, S.Psi., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan dirancang agar masyarakat memahami keseluruhan proses usaha secara menyeluruh. 

“Program ini bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi membangun kesiapan masyarakat pada setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga tahap akhir agar produk siap dipasarkan,” ujarnya

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik bersama warga. Mahasiswa dan masyarakat bersama-sama mengolah kedelai menjadi tempe, kemudian diproses kembali menjadi Keripik Tempe. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap dengan arahan dari DPL dan mahasiswa sehingga warga dapat memahami proses produksi secara menyeluruh. Kegiatan berlangsung kolaboratif dengan keterlibatan aktif ibu-ibu dan warga lainnya.

Selain aspek produksi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kualitas bahan dan kesehatan produk. Dosen pembimbing lainnya, Dara Rosita, S.Pd., M.Ed., menekankan pentingnya penggunaan bahan yang lebih sehat. 

“Kita kurangi MSG atau ajinomoto. Insyaallah ini makanan sehat dan dapat membantu mengurangi stunting untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Proses kemudian berlanjut hingga tahap pengemasan produk. Pada tahap ini, mahasiswa memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, serta tampilan kemasan agar Krap Krup Keripik Tempe memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih baik. Produk yang telah dikemas secara higienis dipersiapkan sebagai langkah awal menuju pemasaran, baik di lingkungan desa maupun melalui media digital.

Mahasiswa KKN menargetkan Krap Krup Keripik Tempe dapat berkembang menjadi produk unggulan Gampong Meunasah Dayah Usen. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, mulai dari pengolahan hingga pengemasan. Salah seorang warga Gampong Meunasah Dayah Usen menyampaikan apresiasinya. 

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu karena diajarkan mulai dari proses awal sampai ke tahap pengemasan. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami, dan semoga usaha keripik tempe ini benar-benar bisa membantu perekonomian masyarakat disini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala berharap Krap Krup Keripik Tempe dapat terus berkembang menjadi usaha mandiri masyarakat yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan Gampong Meunasah Dayah Usen. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI