Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / MPU Aceh Apresiasi Program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar

MPU Aceh Apresiasi Program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar

Sabtu, 23 Mei 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali mengatakan Program Beut Kitab Bak Sikula menjadi langkah positif dalam membangun karakter anak-anak dan remaja di Aceh Besar. [Foto: MCAB]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Program Beut Kitab Bak Sikula yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Program yang digagas di bawah kepemimpinan Bupati Muharram Idris dan Wakil Bupati Syukri A Jalil itu dinilai mampu memperkuat pendidikan agama bagi generasi muda.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali mengatakan program tersebut menjadi langkah positif dalam membangun karakter anak-anak dan remaja di Aceh Besar.

“Dari amatan kami, Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan program yang cukup bagus. Tentunya program yang baik seperti ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak,” ujar Faisal Ali, Jumat (22/5/2026).

Pria yang akrab disapa Abu Sibreh itu menilai keberhasilan pendidikan agama tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, sekolah, tenaga pendidik hingga masyarakat.

Menurutnya, penguatan pendidikan agama di Aceh Besar sudah mulai berjalan baik. Namun, ia berharap kegiatan pembelajaran agama juga diperluas hingga ke lingkungan gampong melalui kegiatan beut di meunasah.

Ia mengusulkan kegiatan tersebut dilakukan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan agar anak-anak dan remaja memiliki ruang untuk belajar agama sekaligus mempererat kebersamaan.

“Bukan sekadar beut saja, tetapi juga dapat membangun kebersamaan anak-anak kita di gampong itu sangat perlu,” katanya.

Abu Sibreh menyebut saat ini ruang interaksi sosial di lingkungan gampong mulai berkurang karena anak-anak dan remaja memiliki aktivitas yang semakin beragam.

Karena itu, menurut dia, kegiatan beut di meunasah bisa menjadi wadah memperkuat hubungan sosial sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Selain itu, ia menilai penguatan pendidikan agama juga menjadi salah satu upaya mencegah berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Ini juga bagian dari menghilangkan kejahilan di Aceh, khususnya di Aceh Besar,” ujarnya.

Ketua MPU Aceh berharap program serupa dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah. Menurutnya, pendidikan agama menjadi fondasi penting dalam mencerdaskan generasi muda Aceh di masa depan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI