Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Kementan Genjot Pembibitan Ternak Unggul demi Ketahanan Pangan, Targetkan Peternakan Modern

Kementan Genjot Pembibitan Ternak Unggul demi Ketahanan Pangan, Targetkan Peternakan Modern

Sabtu, 23 Mei 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pembibitan ternak sebagai fondasi utama pembangunan peternakan nasional. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pembibitan ternak sebagai fondasi utama pembangunan peternakan nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan asal hewan.

Kementan menilai perbaikan sektor hulu peternakan harus dimulai dari penyediaan bibit ternak unggul, sehat, dan terstandar. Bibit berkualitas dianggap menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem peternakan yang modern, efisien, dan berdaya saing.

Mewakili Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Ketua Tim Kerja Pengawasan Mutu Ternak, Bayu Ruikana, mengatakan kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan nasional.

“Bibit unggul memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan. Karena itu, perbaikan mutu genetik dan penerapan standar secara konsisten menjadi langkah strategis menuju kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Bayu dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, penerapan standar dalam pembibitan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas ternak, tetapi juga memperkuat tata kelola subsektor peternakan agar lebih berkelanjutan.

Hal senada disampaikan perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Syaiful. Ia menilai standardisasi menjadi instrumen penting untuk menjamin mutu bibit ternak sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk peternakan nasional.

“Standardisasi mendorong pelaku usaha menghasilkan bibit ternak yang sesuai kebutuhan pasar, berdaya saing, dan memiliki nilai tambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Perbibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden, Dani Kusworo, menilai keberhasilan pembibitan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Menurutnya, kesiapan sarana, pengelolaan pembibitan, dan sinergi antar-pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting.

“Praktik perbibitan yang sesuai standar akan menghasilkan ternak yang produktif, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kementan berharap penerapan standar pembibitan ternak semakin luas agar subsektor peternakan mampu menjadi fondasi kuat dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI