Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Prodi Hubungan Internasional Hadir di FISIP USK, Siapkan Calon Diplomat

Prodi Hubungan Internasional Hadir di FISIP USK, Siapkan Calon Diplomat

Kamis, 30 April 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Mhd. Hafiz Daniel, Mahasiswa Berprestasi Utama FISIP USK tahun 2025 yang aktif dalam kegiatan riset ilmiah, kompetisi penulisan, dan aktivitas belajar di program studi Ilmu Komunikasi. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh -  Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Kehadiran prodi ini disebut-sebut sebagai momentum penting yang membuka lembaran baru bagi FISIP USK dalam menjawab tantangan global dari perspektif lokal Aceh.

Sebagai kampus yang dikenal dengan julukan “Jantong Hatee Rakyat Aceh”, USK kini menghadirkan ruang baru bagi generasi muda yang bercita-cita menembus dunia diplomasi internasional. Prodi HI tidak hanya menawarkan kajian global, tetapi juga membawa pendekatan khas yang berakar dari pengalaman historis dan sosial Aceh.

Program studi ini dirancang dengan fokus pada peace and humanitarian studies, sebuah pendekatan yang dinilai kontekstual dengan perjalanan panjang Aceh yang pernah dilanda konflik.

Dengan orientasi tersebut, Prodi HI FISIP USK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori hubungan internasional, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian.

Mahasiswa Berprestasi Utama FISIP USK tahun 2025, Mhd. Hafiz Daniel, menilai kehadiran Prodi HI sebagai langkah besar dalam memperkuat posisi FISIP sebagai pusat kajian sosial dan humaniora.

“Prodi HI bukan sekadar penambahan keilmuan baru, tetapi bagian dari proses panjang yang telah melalui berbagai tahapan akademis dan birokratis. Saya melihat ini sebagai upaya rebranding FISIP USK sebagai laboratorium ilmu sosial yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya kepada media dialeksis.com, Kamis (30/4/2026).

Hafiz juga menaruh harapan besar kepada mahasiswa angkatan pertama Prodi HI agar mampu menjadi motor penggerak prestasi akademik.

“Mahasiswa angkatan pertama akan membawa ekspektasi besar. Mereka diharapkan aktif dalam riset, diskursus akademik, dan kompetisi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dekan FISIP USK, Mahdi Syahbandir, menegaskan bahwa pembukaan Prodi HI merupakan bagian dari visi besar fakultas untuk berorientasi global tanpa meninggalkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, kurikulum Prodi HI dirancang adaptif dengan mengakomodasi berbagai isu strategis dunia, mulai dari politik internasional, ekonomi global, diplomasi, hingga tantangan kontemporer seperti keamanan internasional dan perubahan iklim.

“Kami ingin melahirkan lulusan yang mampu berpikir kritis dan siap menjadi aktor penting di kancah global, termasuk sebagai diplomat masa depan,” kata Mahdi.

Kehadiran Prodi HI juga dinilai selaras dengan kekuatan akademik FISIP USK yang selama ini telah memiliki mata kuliah unggulan seperti resolusi konflik dan perdamaian.

Sinergi ini diharapkan memperkuat identitas FISIP sebagai pusat kajian sosial-humaniora yang berakar pada realitas Aceh, sekaligus relevan secara global.

Dalam gelombang pertama tahun ajaran 2026/2027, Prodi HI FISIP USK akan membuka kuota sebanyak 80 mahasiswa melalui jalur mandiri (SMMPTN Barat). Pembukaan prodi ini turut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan dari lembaga akreditasi terkait, yang menjadi landasan resmi operasional program studi tersebut. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI