Beranda / Berita / Aceh / RS Fauziah Downgrade Karena Minim Dokter Spesialis, SPMA: Tak Masuk Akal

RS Fauziah Downgrade Karena Minim Dokter Spesialis, SPMA: Tak Masuk Akal

Sabtu, 20 Juli 2019 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Yusri, Ketua Umum SPMA Wilayah Bireuen. [FOTO: Dialeksis.com] 

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pernyataan Direktur RSUD dr Fauziah yang mengatakan penyebab rumah sakit tersebut downgrade (turun kelas) dari Tipe B ke C karena kekurangan dokter spesialis, dinilai tak masuk akal.

"Alasannya kekanak-kanakan. Padahal SDM dokter spesialis sudah harus ada sebelum adanya review kelas oleh Kemenkes RI," kata Ketua Umum Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Wilayah Bireuen, Yusri, Sabtu (20/7/2019), kepada Dialeksis.com.

Untuk diketahui, RSUD dr Fauziah Bireuen masuk dalam salah satu dari 21 rumah sakit di Aceh yang mengalami penurunan tipe (kelas) berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.04.01/I/2963/2019, tanggal 15 Juli 2019, tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Review Kelas Rumah Sakit.

Menurut Yusri, seharusnya Direktur RSUD dr Fauziah Bireun dr Mukhtar MARS tidak mengeluarkan pernyataan seperti itu, melainkan mencari cara agar bisa mempertahankan kelas rumah sakit plat merah itu tetap Tipe B, bukan hanya berdalih kekurangan dokter.

"Kami berharap kepada pihak Legislatif Kabupaten Bireuen segera mengevaluasi masalah itu, selagi ada waktu beberapa pekan lagi untuk menyelamatkan RS dr Fauziah Bireuen tetap bertahan di Tipe B," kata Ketua Umum SPMA.

Ia berharap Bupati Bireuen dapat melakukan evaluasi untuk jajaran pimpinan Badan Layanan Umum RSUD dr Fauziah Bireuen bila kemudian hari RS tersebut benar-benar turun kelas menjadi Tipe C.

"Bila perlu direktur RSUD dr Fauziah Bireuen diganti," ungkap Yusri.(faj)


Keyword:


Editor :
Makmur Emnur

riset-JSI
Komentar Anda