Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Tenaga dan Staf Medis Positif Corona, Direktur ZA: Bukan Kita Aja yang Ngalamin

Tenaga dan Staf Medis Positif Corona, Direktur ZA: Bukan Kita Aja yang Ngalamin

Jum`at, 31 Juli 2020 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin.(Foto: Indra WIjaya/dialeksis.com)


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Banyaknya tenaga medis yang positif Covid-19 di Aceh, pada hari ini Jum'at (31/7/2020) tecatat tiga dokter dan 14 perawat serta satu staf Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) positif Covid-19. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin mengatakan, fenomena banyaknya tenaga medis , staf dan dokter yang positif Covid-19 tak hanya dirasakan oleh RSUDZA saja. Namun, rumah sakit baik diluar daerah maupun luar negeripun mengalami hal yang sama. 

"Luar negeri yang secanggih apapun, Covid-19 lebih cerdik dari kita. Jadi kita tidak perlu panik, punya kita harus belajar dari apa-apa yang sudah kecolongan," kata Azhar. saat dihubungi dialeksis.com di Banda Aceh, Jum'at (31/7/2020). 

Ia mengatakan, untuk kelengkapan alat pelindung diri (APD) tenaga medispun sudah memenuhi standar, dan sudah ditentukan dengan levelnya masing-masing. 

"Sudah memenuhi standar mana level 1, 2, 3. Misalnya, tenaga medis yang bertugas di ruang RICU itu memakai APD level 3 yakni baju astronot," ungkapnya. 

"Kita hanya berpasrah sama Allah SWT, karena dia yang maha tahu. Kita tidak bekerja dibawah standar," sambungnya.

Ia juga menyebutkan, saat pihak dari RSUDZA juga tengah mencari tahu penyebab banyaknya tenaga medis di ZA yang positif Covid-19. 

Lanjut Azhar, pihaknya tidak menyesali apapun yang terjadi, sebab para tenaga medis dan staf di RSUDZA memegang prinsip untuk bekerja profesional. 

"Kita juga lagi pusing tujuh keliling mencari penyebab banyaknya tenaga medis yang positif Covid-19. Sejauh kita masih bisa bekerja, ada fasilitas kita kerja betul-betul," ujarnya. 

"Tenaga medis kita sudah memakai standar penanganan Covid-19 yang sesuai dan bekerja secara profesional," pungkasnya (IDW). 

Editor :
Indra Wijaya

riset-JSI
Komentar Anda