Kamis, 21 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UTU Gelar ICONAMI 2026, Perkuat Sinergi Inovasi Pertanian dan Kelautan Dunia

UTU Gelar ICONAMI 2026, Perkuat Sinergi Inovasi Pertanian dan Kelautan Dunia

Kamis, 21 Mei 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan menyerahkan cindera mata kepada para narasumber seminar internasional dalam rangkaian kegiatan ICONAMI 2026 di Universitas Teuku Umar, Rabu (20/5)


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Universitas Teuku Umar sukses menyelenggarakan International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) ke-2 di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, Rabu (20/5/2026). Konferensi internasional yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 itu mengangkat tema penguatan sinergi dan inovasi di sektor pertanian serta kelautan berkelanjutan.

Kegiatan tahunan tersebut dihadiri puluhan dosen, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara. Momentum Harkitnas dimanfaatkan UTU untuk mendorong kebangkitan riset dan inovasi dari wilayah barat selatan Aceh menuju panggung internasional.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan delegasi dari berbagai kampus serta lembaga dunia yang hadir pada ICONAMI 2026. Menurutnya, konferensi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat dialog dan kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan industri agro dan maritim yang semakin kompleks.




“Pendekatan lintas disiplin ilmu sangat diperlukan untuk menjawab tantangan global masa kini dan masa depan,” ujar Ishak Hasan.

Ia menilai, sinergi antarbidang keilmuan menjadi kunci dalam melahirkan inovasi yang mampu mendorong keberlanjutan sektor pertanian dan kelautan di tengah perubahan global.

Sementara itu, Ketua ICONAMI 2026, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., mengatakan tema yang diusung tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia saat ini, yakni menyinergikan horizon biru dan hijau melalui inovasi pertanian dan kelautan yang tangguh serta berkelanjutan.

Menurutnya, konferensi tersebut mempertemukan berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi, hingga peneliti untuk berbagi hasil riset terbaru melalui seminar, lokakarya, dan diskusi ilmiah.

“ICONAMI 2026 bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga langkah penting dalam mengembangkan teknologi dan praktik yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan ekosistem global,” kata Munandar.

Pada hari pertama, seminar internasional menghadirkan sejumlah pakar dari lima negara, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Bangladesh, dan Oman.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, MBA., memaparkan strategi riset nasional untuk pengelolaan sumber daya laut dan pesisir berkelanjutan.

Selain itu, Prof. Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University membahas manajemen daerah aliran sungai di kawasan rawan banjir dan keterkaitannya dengan sektor pertanian serta lautan.

Topik serupa juga dipaparkan Prof. Dr. Wan Maznah Wan Omar dari Universiti Sains Malaysia yang mengulas hubungan sistem pertanian dengan ekosistem laut pada wilayah sungai rawan banjir.

Pembicara lainnya, Naina Islam dari University of Chittagong mempresentasikan visi ketahanan pangan dan bumi di masa depan. Seminar kemudian ditutup oleh Dr. Sachinandan Dutta dari Sultan Qaboos University yang membahas pendekatan berkelanjutan terhadap terumbu karang buatan dan sektor perikanan.

Untuk mengakomodasi peserta dari berbagai negara, konferensi ini digelar secara hybrid. Sebanyak 75 makalah ilmiah dipresentasikan dalam sesi paralel setelah seminar internasional berlangsung.

Melalui ICONAMI 2026, UTU berharap hasil riset dan gagasan yang lahir dari forum internasional tersebut dapat menjadi pijakan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap keseimbangan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI