Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Walkot Banda Aceh: Kebersihan Harus Menjadi Budaya

Walkot Banda Aceh: Kebersihan Harus Menjadi Budaya

Sabtu, 14 Maret 2020 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indra Wijaya

Sejumlah pelajar mengutip sampah pelastik di bebatuan pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2020). [Indra Wijaya/Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, kebersihan harus menjadi budaya di kalangan masyarakat. 

Hal ini disampaikan saat pembukaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (13/3/2020).

Ia juga mengatakan, masyarakat jangan menganggap enteng persoalan sampah ini. Sebab menurutnya, dengan banyaknya sampah di lingkungan masyarakat, membuat pola hidup tidak sehat dan gampang terkena penyakit.

"Kenapa sampah harus diperingati, sampah harus menjadi ingatan untuk kita semua. Kita jangan menganggap sampah itu enteng. Kita berada di ruang publik dengan banyaknya sampah yang bertebaran. Adanya lingkungan yang kotor mengakibatkan juga kita hidup dalam lingkungan yang tidak sehat," katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini dunia tengah menghadapi musibah virus corona yang melanda dunia.

"Kenapa harus budaya bersih, dengan bersih kita akan sehat. Salah satu penyebabnya ialah kebersihan ini. Bersih membuat orang tidak ragu duduk dengan kita," ungkapnya.

Ia berharap, kepada seluruh masyarakat untuk terus mempraktekkan budaya bersih. Budaya bersih menurutnya harus menjadi pilihan.

"Karena budaya bersih adalah mutlak. Kita harapkan dengan banyak yang mengedukasi penggunaan sampah, dapat membantu penangan sampah kita di Kota Banda Aceh ini," pungkasnya. (IDW)

Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda